Senin, April 13, 2026
WES
  • Login
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video
WES
No Result
View All Result
W-E-S
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Perempuan dalam Fiksi: Pembahasan dan Harapan

18 Januari 2022
in Uncategorized
Reading Time: 2min read
A A
0
Perempuan dalam Fiksi: Pembahasan dan Harapan
21
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

#liqoliterasi30 berdiskusi tentang perempuan dalam fiksi. Menarik dan menjadi sangat kompleks. Karena karakteristik perempuan dalam cerita fiksi baik novel maupun film sudah tentu tidak lepas dari subjektivitas penulis.

Belum lagi, ketika suatu novel atau film sampai pada pembaca atau penonton. Semakin bertambah pula subjektivitasnya. Karena masing-masing pembaca memiliki background keilmuan maupun nilai masing-masing yang dianut.

Namun, karakter atau penggambaran perempuan dalam fiksi sedikit banyak juga akan mempengaruhi realitas. Baik saat nasib perempuan dalam dunia nyata digambarkan dalam fiksi, maupun karakter khayalan yang menjadi harapan atau bagaimana seorang perempuan hidup.

Perempuan dalam fiksi memiliki corak yang sangat beragam. Hal itu juga berdasarkan kelas sosial maupun ekonominya. Ada pula yang menggambarkan karakter perempuan feminin, sehingga lakonnya seolah ingin memenuhi ekspektasi masyarakat pada zaman tertentu. Seperti pada novel Little woman.

Cerita fiksi juga bisa menjadi jalan perlawanan perempuan atas kedudukannya sebagai manusia dalam memperjuangkan keadilan. Hal itu menjadi satu hal paling menarik dari cerita fiksi dan perempuan. Seperti pada Novel berjudul “Hilda” yang berkisah tentang perlawanan seorang korban perkosaan. Bagaimana seharusnya masyarakat menolak korban yang mengalami kehamilan tak diinginkan. Belum lagi institusi pendidikan terlanjur malu dan memutuskan untuk mengeluarkannya. Sementara pelaku perkosaan bebas berkeliaran dimana-mana.

Melalui cerita fiksi, akhirnya pembaca seperti diajak berempati yang muaranya agar alam bawah sadarnya tidak menolak korban perkosaan lagi.

Kemunculan perempuan atau superhero perempuan dalam film-film Hollywood juga rasanya menambah optimisme gerakan feminis. Meskipun perjalanan agar perempuan tidak dijadikan objek seksual secara terus menerus masih panjang.

Belum lagi jika serial atau film yang mendukung ide-ide kesetaraan gender terus digoreng demi memenuhi target pasar. Karena memang hari ini kepentingan modal masih menjadi prioritas utama daripada patriarki itu sendiri.

Semoga perempuan dalam fiksi menjadikan kita berefleksi dan lebih bijak lagi dalam menyebarkan kemaslahatan seluas-luasnya. Bukan ke-viral-an karakter perempuannya, tapi bagaimana nilai-nilai yang dibawa oleh perempuan dalam fiksi memberikan kemaslahatan seluas-luasnya.

*Notulansi Liqo Literasi Women and Environment Studies Payungi oleh Ririn Erviana (Tim Redaksi)

ShareSendShare
Previous Post

Meraup Untung Berujung Buntung: Rendahnya Kepedulian Masyarakat Terhadap Kelestarian Tanah

Next Post

Review Serial Layangan Putus: Ketidakadilan Gender Menimpa Perempuan

Related Posts

Review Buku Mitos Inferioritas Perempuan

Review Buku Mitos Inferioritas Perempuan

by Payungi
3 Maret 2022
0

Perlawanan terhadap obskurantisme. Pertentangan ini datang dari teori Darwin tentang proses evolusi organik yang semakin memperjelas asal-usul manusia. Ini adalah...

Alasan Kenapa Harus Nonton Film Kukira Kau Rumah

Alasan Kenapa Harus Nonton Film Kukira Kau Rumah

by Payungi
3 Maret 2022
0

Baru beberapa hari tayang, film ini meledak dan menembus angka penonton yang cukup fantasis mengingat kita masih mengalami masa pandemi....

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Datang Lebih Lama

    Datang Lebih Lama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Idenya Dianggap “Gila”, Penggagas Payungi Metro Diganjar Local Heroes Award oleh Tribun Network

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ‘Payungi’ Kota Metro, Pasar Lokal yang Jadi Wisata Edukasi dan Kampung Kuliner di Hari Minggu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Payungi, Market yang Menghidupkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TENTANG KAMI

Payungi hadir atas inisiatif warga berdaya yang percaya perubahan bisa dilakukan dengan gotong royong.

Alamat: Jl. Kedondong, Yosomulyo, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Lampung 34111

Kontak: 0812-7330-7316

LOKASI PAYUNGI

  • Bank Sampah
  • Kampung Bahasa
  • Kampung Kopi
  • Pasar Payungi
  • Payungi Media
  • Payungi University
  • Pesantren Wirausaha
  • Pusat Studi Desa

© 2020 Payungi - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video

© 2020 Payungi - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?