Rabu, Juni 10, 2026
WES
  • Login
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video
WES
No Result
View All Result
W-E-S
No Result
View All Result
Home Perempuan

Review Serial Layangan Putus: Ketidakadilan Gender Menimpa Perempuan

20 Januari 2022
in Perempuan, Wes
Reading Time: 3min read
A A
0
Review Serial Layangan Putus: Ketidakadilan Gender Menimpa Perempuan
55
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Setelah berminggu-minggu serial Layangan Putus tayang dan berhasil mengaduk-aduk emosi penontonnya, kini tibalah pada episode terakhir. Walapun katanya masih akan ada season dua. Seperti biasa, setelah mendapat banyak animo penonton, tim produksi tentu saja tidak ingin rugi dengan melewatkan kesempatan ini.

Layangan putus sedang banyak digandrungi oleh masyarakat dari berbagai lini, mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, anak kuliahan, karyawan, bahkan anak sekolah barangkali ada yang menontonnya. Tentu keputusan untuk menambah episode adalah keputusan yang sangat menguntungkan.

Layangan putus menceritakan kehidupan rumah tangga Aris dan Kinan yang begitu harmonis. Namun, dibalik keharmonisan itu, ternyata ada sebuah kecurangan besar yang dilakukan oleh Aris, suami kinan. Aris berselingkuh dengan seorang perempuan muda, cantik dan cerdas, namanya Lidya.

Pada perjalanan mencurigai suami, menemukan bukti-bukti perselingkuhan suami, dan berusaha mengambil keputusan atas ketidakadilan yang menimpa Kinan, kita akan sama-sama menyaksikan sikap manipulatif yang sering sekali mempengaruhi keputusan perempuan.

Ketika Aris masih denial kalau dia berselingkuh, bahkan ketika Lidya menjelaskan jika Kinan menggunggat perselingkuhan suaminya, maka dampaknya anak mereka akan malu, karena Ayahnya dipenjarakan oleh ibunya. Saat-saat itulah, perlawanan Kinan menghadapi sikap manipulatif mencapai titik kulminasi.

Sebab, perempuan jelas boleh memperjuangkan keadilan untuknya. Sehingga kalimat-kalimat manipulatif itu sudah semestinya dilawan dengan pendirian yang kuat atau bila perlu balik menyerang argumen manipulatif agar lawan tahu bahwa perempuan juga punya kekuatan.

Jika melihat dengan perspektif keadilan hakiki, ada satu hal yang paling menunjukkan bahwa konflik yang terjadi dalam serial Layangan Putus adalah isu ketidakadilan gender. Aris selingkuh atau menjalin hubungan dengan perempuan lain di belakang istrinya, disaat sang istri sedang mengandung anak kedua mereka.

Pada titik itu, seperti jelas menggambarkan bahwa Aris mencari seseorang yang dapat dijadikan tempat untuk meluapkan hawa napsunya. Karena, barangkali, di saat istrinya mengandung ada batasan-batasan tertentu untuk berhubungan seksual. Karakter Aris akhirnya menggambarkan bahwa dia sebagai laki-laki hanya memandang perempuan sebagai objek seksual belaka.

Padahal, mengandung dan melahirkan merupakan bagian pengalaman biologis perempuan yang semestinya di dukung secara penuh. Karena banyaknya rasa curiga terhadap suami, Kinan akhirnya menjalani masa-masa hamil yang kurang sehat. Rasa empati dan kesadaran Aris seorang suami atau laki-laki seperti hilang begitu saja. Pada saat itulah, ketidakadilan gender menimpa Kinan.

Aris sibuk menyusun strategi untuk tidak mau mengalah dan sibuk membenarkan rasa cinta terlarangnya terhadap perempuan lain. Sekalipun tidak pernah memikirkan bagaimana posisi perempuan bahkan menyalahkan perempuan yang hamil karena sensitif dan selalu curiga terhadapnya. Semua itu, menjadi tanda relasi tidak sehat dalam rumah tangga.

Kinan, sebagai tokoh utama perempuan sebenarnya mengalami pasang surut karakter. Mulai dari menunjukkan keteguhan hatinya, tekad keras mengumpulkan bukti dibalik rasa curiga sampai ada dititik menyalahkan diri sendiri karena merasa keputusan yang akan ia ambil semata hanya didasarkan oleh egonya sendiri. Padahal, Aris, sebagai laki-laki yang sudah begitu banyak menyulitkan perempuan itu,  belum juga mengucapkan kata maaf sekalipun.

Serial Layangan Putus menurut saya mengandung banyak pelajaran terutama bagi perempuan. Bagaimana seharusnya perempuan berani membela dirinya, teguh atas keputusannya dan berani melawan sikap manipulatif. Meskipun, akhirnya serial ini akan diproduksi menjadi lebih panjang karena hasrat penonton yang sedang menggandrungi tema-tema perselingkuhan. Semoga tetap ada pesan-pesan baik nan positif untuk mendorong terwujudnya relasi setara laki-laki dan perempuan.

Ketika relasi laki-laki dan perempuan setara, keduanya akan berusaha saling menghargai satu sama lain. Saling memahami pengalaman sosial dan biologis satu sama lain. Saling membahagiakan. Sehingga terwujudkan keadilan hakiki.

Layang Putus juga mengajarkan, tidak apa-apa juga memutuskan menjadi janda jika itu  terasa lebih ringan dibandingan mempertahankan pernikahan tetapi terasa memanggul banyak beban sendirian. seperti kata kinan menutup kisah layangan putus season satu,

“Kadang kita butuh kekuatan yang jauh lebih besar untuk melepaskan sesuatu ketimbang harus menggenggamnya erat-erat. Tidak apa jika sesekali impian kita diterbangkan oleh angin. Karena satu-satunya yang harus kita genggam erat adalah diri kita sendiri – Kinan”

Lewat serial ini, masyarakat juga semestinya mulai teredukasi mengenai stigma janda di tengah masyarakat. Barangkali perempuan juga tidak pernah sekalipun mendambakan status janda dalam hidupnya. Sehingga janda tidak pantas dilekatkan dengan ‘perempuan nakal’, karena barangkali keputusan menjanda adalah keputusan melepas rasa sakit yang tak tertahankan.

Penulis : Ririn Erviana (Tim Redaksi WES Payungi)

Tags: ketidakadilan genderlayanganputusrelasi setara
ShareSendShare
Previous Post

Perempuan dalam Fiksi: Pembahasan dan Harapan

Next Post

NORMALISASI KEKERASAN: PUKUL MUNDUR PERJUANGAN ANTI KEKERASAN

Related Posts

Pelajaran Penting dari Film The Tinder Swindler

Pelajaran Penting dari Film The Tinder Swindler

by Payungi
3 Maret 2022
0

"Apa yang terjadi padaku seperti di dalam film. Namun di film, selalu ada orang yang jahat." -Cecilie- Film The Tinder...

NORMALISASI KEKERASAN: PUKUL MUNDUR PERJUANGAN ANTI KEKERASAN

by Payungi
3 Februari 2022
0

Pagi-pagi sudah diwarnai oleh viralnya ceramah ustadzah OSD. Narasi kisah nyata tentang pemukulan suami pada istri, yang karena kelembutan dan...

Meraup Untung Berujung Buntung: Rendahnya Kepedulian Masyarakat Terhadap Kelestarian Tanah

Meraup Untung Berujung Buntung: Rendahnya Kepedulian Masyarakat Terhadap Kelestarian Tanah

by Payungi
27 Desember 2021
0

Dalam menjalankan sebuah usaha, tentulah setiap orang menginginkan hasil yang terbaik. Hasil ini bisa kita rasakan ketika usaha yang kita...

Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

by Payungi
26 Desember 2021
0

Pengelolaan adalah suatu proses atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan ekowisata adalah salah satu pembangunan tempat untuk...

Kendaraan Bermotor dan Penyakit Berbahaya: Berhubungan, kah?

Kendaraan Bermotor dan Penyakit Berbahaya: Berhubungan, kah?

by Payungi
26 Desember 2021
0

Udara yang bersih dan sehat merupakan kebutuhan utama bagi setiap makhluk hidup baik manusia, hewan, maupun tumbuhan sehingga kelestariannya sangat...

Deterjen: Berbahaya Enggak, Sih?

Deterjen: Berbahaya Enggak, Sih?

by Payungi
26 Desember 2021
0

Air merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam pemenuhan kehidupan makhluk hidup. Air digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti keperluan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Datang Lebih Lama

    Datang Lebih Lama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Idenya Dianggap “Gila”, Penggagas Payungi Metro Diganjar Local Heroes Award oleh Tribun Network

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ‘Payungi’ Kota Metro, Pasar Lokal yang Jadi Wisata Edukasi dan Kampung Kuliner di Hari Minggu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Payungi, Market yang Menghidupkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TENTANG KAMI

Payungi hadir atas inisiatif warga berdaya yang percaya perubahan bisa dilakukan dengan gotong royong.

Alamat: Jl. Kedondong, Yosomulyo, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Lampung 34111

Kontak: 0812-7330-7316

LOKASI PAYUNGI

  • Bank Sampah
  • Kampung Bahasa
  • Kampung Kopi
  • Pasar Payungi
  • Payungi Media
  • Payungi University
  • Pesantren Wirausaha
  • Pusat Studi Desa

© 2020 Payungi - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video

© 2020 Payungi - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?