Selasa, Juni 16, 2026
WES
  • Login
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video
WES
No Result
View All Result
W-E-S
No Result
View All Result
Home Gagasan

Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

26 Desember 2021
in Gagasan, Lingkungan, News, Wes
Reading Time: 2min read
A A
0
Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

Sumber Gambar: Hipwee

76
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Pengelolaan adalah suatu proses atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan ekowisata adalah salah satu pembangunan tempat untuk berwisata yang memilik tujuan untuk pelestarian lingkungan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengelolaan ekowisata adalah usaha pembangunan tempat wisata yang bertujuan untuk menjaga kelestarian alam maupun budaya agar tetap terjaga sebagai area alam.

Ekowisata menjadi salah satu upaya dari pemerintah dalam memperbaiki dan menjaga pelestarian lingkungan serta dapat meningkatkan minat para masyarakat sekitar untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan pengelolaan tempat wisata yang nantinya juga akan bermanfaat untuk menambah penghasilan masyarakat dan Pemerintah sekitar. Selain itu dengan adanya pengelolaan ekowisata dapat mengurangi pengangguran bagi masyarakat sekitar.

Pengembangan ekowisata tidak lepas dari peran penting Pemerintah yang bekerja sama dengan penduduk lokal sekitar. Usaha yang harus dilakukan Pemerintah untuk mengembangkan kawasan ekowisata adalah dengan membuat kebijakan tentang ekowisata.

Pengelolaan ekowisata yang sering kita jumpai salah satunya adalah ekowisata berbasis masyarakat yang memberatkan pada keaktifan lokal dan peranan dari masyarakat sekitar. Hal ini karena masyarakat lokal lah yang mengetahui keadaan dan pengetahuan tentang ciri khas alam serta budaya yang ada yang nantinya akan menarik minat pengunjung.

Lampung Mangrove Center atau disebut juga LMC merupakan salah satu contoh ekowisata berbasis masyarakat dengan binaan dari Universitas Lampung dan Pemerintah Lampung Timur. LMC adalah areal hutan mangrove yang ada di Desa Sriminosari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur dengan luas sekitar 700 hektar.

LMC dibangun untuk menjadi pusat pegelolaan hutan. LMC masih terbilang sangat alami dan belum dimodifikasi bentuk alamnya, sehingga perlu dipertahankan karena semakin alami objek wisata tersebut maka semakin menarik pula objek wisatanya. Hutan mongrove memiliki keunikan tersendiri seperti flora dan fauna, pasang surut air, tanahnya yang berlempung, berlumpur, mau pun berpasir dan juga tempat yang terbuka dengan dialiri air laut.

Hutan mangrove yang berada di Desa Sriminosari ini masih memiliki beberapa masalah, salah satu masalah yang dihadapi adalah bagaimana pengembangan ekowisata dapat terwujud tanpa harus menebang dan merusak hutan itu sendiri. Saat ini banyak kerusakan pada ekowisata karena dalam pembangunan tidak memperhatikan aspek kawasan atau lingkungan, hanya berpusat bagaimana pembangunan ekowisata banyak diminati dan menarik tapi mengabaikan kebutuhan alam.

Menurut para pengunjung yang sudah pernah datang ke lokasi mengatakan bahwasannya objek wisata hutan mangrove menarik untuk dikunjungi dengan keluarga selain itu tempatnya juga terasa sejuk. Akan tetapi masih banyak kekurangan yang belum terpenuhi seperti terbatasnya gazebo yang menyulitkan pengunjung untuk istirahat.

Selain itu juga perlu menambahkan tempat bermain untuk anak-anak serta menambahkan fasilitas yang nantinya akan dijadikan tempat untuk berfoto. Struktur dan infrastruktur merupakan pilar utama yang perlu dipertimbangkan ketika mengembangkan ekowisata di LMC agar pengunjung bertambah.

Sampai saat ini salah satu masalah lingkungan di Indonesia adalah kerusakan alam pada hutan mangrove. Tidak sedikit hutan mangrove berakhir hanya dijadikan tambak, persawahan, dan lainnya. Hal ini mengakibatkan perkembangan tumbuhan dan hewan sekitar mangrove tidak seimbang bahkan punah.

Selain itu kerusakan hutan mangrove dapat mengakibatkan pengikisan di daerah pantai, perembasan air laut yang meluas sehingga mempersulit masyarakat sekitar untuk mendapatkan air bersih, selain itu dapat menimbulkan ancaman kerusakan ekosistem yang ada di daerah sekitar, sehingga mengakibatkan menurunnya sumber mata pencarian penduduk lokal.

Oleh karena itu, kita sebagai manusia yang berakal haruslah dapat menjaga keseimbangan ekosistem, dan harus pula senantiasa mengelola ekowisata yang ramah lingkungan serta menjaga kebersihan agar tetap indah dan tidak tercemar.

Penulis: Annisatul Fitriah (Mahasiswi Pendidikan Matematika IAIN Metro)

Tags: Desa SriminosariEkowisataLampung Mangrove CenterLampung Timur
ShareSendShare
Previous Post

Kendaraan Bermotor dan Penyakit Berbahaya: Berhubungan, kah?

Next Post

Meraup Untung Berujung Buntung: Rendahnya Kepedulian Masyarakat Terhadap Kelestarian Tanah

Related Posts

Kiss The Ground: Mitigasi Iklim melalui Penyelamatan Tanah

Kiss The Ground: Mitigasi Iklim melalui Penyelamatan Tanah

by Payungi
2 April 2022
0

Dulu kita bisa memprediksi periode musim penghujan dan musim kemarau. Saat ini kita kepayahan dengan perkiraan cuaca yang berubah-ubah bahkan...

Pelajaran Penting dari Film The Tinder Swindler

Pelajaran Penting dari Film The Tinder Swindler

by Payungi
3 Maret 2022
0

"Apa yang terjadi padaku seperti di dalam film. Namun di film, selalu ada orang yang jahat." -Cecilie- Film The Tinder...

NORMALISASI KEKERASAN: PUKUL MUNDUR PERJUANGAN ANTI KEKERASAN

by Payungi
3 Februari 2022
0

Pagi-pagi sudah diwarnai oleh viralnya ceramah ustadzah OSD. Narasi kisah nyata tentang pemukulan suami pada istri, yang karena kelembutan dan...

Review Serial Layangan Putus: Ketidakadilan Gender Menimpa Perempuan

Review Serial Layangan Putus: Ketidakadilan Gender Menimpa Perempuan

by Payungi
20 Januari 2022
0

Setelah berminggu-minggu serial Layangan Putus tayang dan berhasil mengaduk-aduk emosi penontonnya, kini tibalah pada episode terakhir. Walapun katanya masih akan...

Meraup Untung Berujung Buntung: Rendahnya Kepedulian Masyarakat Terhadap Kelestarian Tanah

Meraup Untung Berujung Buntung: Rendahnya Kepedulian Masyarakat Terhadap Kelestarian Tanah

by Payungi
27 Desember 2021
0

Dalam menjalankan sebuah usaha, tentulah setiap orang menginginkan hasil yang terbaik. Hasil ini bisa kita rasakan ketika usaha yang kita...

Kendaraan Bermotor dan Penyakit Berbahaya: Berhubungan, kah?

Kendaraan Bermotor dan Penyakit Berbahaya: Berhubungan, kah?

by Payungi
26 Desember 2021
0

Udara yang bersih dan sehat merupakan kebutuhan utama bagi setiap makhluk hidup baik manusia, hewan, maupun tumbuhan sehingga kelestariannya sangat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Datang Lebih Lama

    Datang Lebih Lama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Idenya Dianggap “Gila”, Penggagas Payungi Metro Diganjar Local Heroes Award oleh Tribun Network

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ‘Payungi’ Kota Metro, Pasar Lokal yang Jadi Wisata Edukasi dan Kampung Kuliner di Hari Minggu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Payungi, Market yang Menghidupkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TENTANG KAMI

Payungi hadir atas inisiatif warga berdaya yang percaya perubahan bisa dilakukan dengan gotong royong.

Alamat: Jl. Kedondong, Yosomulyo, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Lampung 34111

Kontak: 0812-7330-7316

LOKASI PAYUNGI

  • Bank Sampah
  • Kampung Bahasa
  • Kampung Kopi
  • Pasar Payungi
  • Payungi Media
  • Payungi University
  • Pesantren Wirausaha
  • Pusat Studi Desa

© 2020 Payungi - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video

© 2020 Payungi - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?