Rabu, Juni 10, 2026
WES
  • Login
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video
WES
No Result
View All Result
W-E-S
No Result
View All Result
Home Gagasan

Kendaraan Bermotor dan Penyakit Berbahaya: Berhubungan, kah?

26 Desember 2021
in Gagasan, Lingkungan, News, Wes
Reading Time: 3min read
A A
0
Kendaraan Bermotor dan Penyakit Berbahaya: Berhubungan, kah?

Sumber Gambar: Lampost

12
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Udara yang bersih dan sehat merupakan kebutuhan utama bagi setiap makhluk hidup baik manusia, hewan, maupun tumbuhan sehingga kelestariannya sangat diperlukan. Akan tetapi, ketersediaan udara bersih dan sehat saat ini semakin hari semakin memperihatinkan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah aktivitas kendaraan. Faktor ini merupakan faktor yang cukup sulit untuk dikendalikan.

Di era globalisasi saat ini, memiliki kendaraan roda dua atau pun empat sudah bukan hal asing lagi.  Hampir setiap orang memiliki kendaraan pribadi. Baik masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan maupun pedesaan. Faktor-faktor yang mempengaruhi melonjaknya jumlah kendaraan di lingkungan masyarakat diantaranya adalah faktor kemudahan yang diberikan oleh kendaraan tersebut.

Tidak dapat dipungkiri bahwasannya hadirnya kendaraan-kendaraan tersebut dapat mempermudah serta meringankan pekerjaan manusia. Manusia akan lebih mudah apabila hendak berpergian meskipun jarak tempuhnya relatif jauh. Faktor selanjutnya adalah semakin tingginya pendapatan perkapita. Tingginya pendapatan perkapita ini akan mempengaruhi gaya hidup masyarakat.

Masyarakat dengan pendapatan yang relatif tinggi kebanyakan mengedepankan gengsi. Mereka berlomba-lomba membeli kendaraan mewah. Hal ini mereka lakukan tak jarang untuk kepuasan pribadi saja. Padahal sebenarnya tanpa mereka sadari, semakin banyak kendaraan yang beredar di masyarakat maka kualitas udara yang ada di lingkungan akan semakin buruk.

Saat ini, umumnya di setiap rumah pasti memiliki kendaraan pribadi minimal satu buah sepeda motor. Bahkan bagi keluarga yang tergolong mampu tidak menutup kemungkinan setiap anggota keluarga masing-masing memiliki kendaraan.

Hal ini nyata terjadi di lingkungan tempat tinggal saya, yaitu di Desa Sidomukti, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, dimana di dalam satu rumah bisa memiliki tiga sampai empat motor bahkan masih ditambah dengan mobil.  Hal ini terjadi, seiring dengan akan akan adanya pembayaran ganti rugi dari pemerintah karena banyak lahan perkebunan warga yang terkena dampak dari proyek bendungan. Inilah yang mendorong warga membeli kendaraan-kendaraan baru.

Kondisi demikian sebenarnya baik dalam lingkup pertumbuhan perekonomian. Namun, memilik dampak yang kurang baik bagi lingkungan. Bisa kita bayangkan jika kondisi yang sama terjadi di desa lain yang juga terkena dampak proyek bendungan.

Berapa banyak kendaraan pribadi yang akan berlalu-lalang setiap harinya di jalanan sekitar wilayah Sekampung? Tentu tidak terhitung lagi jumlahnya. Apabila hal ini terus-menerus dibiarkan maka akan menimbulkan masalah bagi lingkungan. Oleh karena itu, kondisi ini harus dapat diminimalisir sedini mungkin agar keasrian di lingkungan pedesaan tetap terjaga.

Masalah lingkungan yang timbul akibat kondisi tersebut adalah pencemaran lingkungan khususnya adalah pencemaran udara. Pencemaran udara adalah kondisi dimana kualitas udara yang terdapat di lingkungan menurun. Udara-udara tersebut mengandung zat-zat berbahaya seingga apabila terhirup oleh makhluk hidup secara terus-menerus akan berdampak buruk bagi kesehatan.

Pencemaran udara ini disebabkan oleh emisi gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan berupa asap knalpot. Asap knalpot mengandung zat-zat berbahaya seperti hidrokarbon, nitrogen oksida, karbon monoksida, timbal dan lain-lain. Zat-zat tersebut merupakan zat yang berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia.

Zat-zat beracun tersebut dapat menyebabkan timbulnya beberapa masalah kesehatan, diantaranya yang pertama adalah infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), asma, dan serangan jantung. Pada dasarnya penyebab penyakit ISPA bukanlah asap kendaraan melainkan virus. Namun, akibat dari sistem kekebalan tubuh yang kurang stabil dan diiringi dengan polusi udara yang cukup tinggi ternyata juga dapat memicu munculnya penyakit ISPA. Kemudian  ada penyakit asma.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh tim dari Universitas Imperal Collage London, asap kendaraan dapat menyebabkan asma. Selanjutnya ada serangan jantung. Udara yang tercemar ternyata dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung. Hal ini didasarkan oleh penemuan baru, yaitu apabila tubuh terlalu banyak menghirup udara polutan dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah atau disebut dengan istilah aterosklerosis.

Penyempitan pembuluh darah ini disebabkan karena adanya penumpukan plak pada dinding pembuluh darah. Penumpukan plak yang terjadi mengakibatkan proses mengalirnya darah, oksigen, dan nutrisi ke seluruh tubuh terhambat. Apabila hal ini dibiarkan maka akan menimbulkan penyakit yang lebih berbahaya seperti jantung koroner, stroke, bahkan hingga mengakibatkan kematian.

Itulah penyakit-penyakit yang timbul akibat adanya pencemaran udara di lingkungan sekitar. Indikasi terjadinya pencemaran udara di daerah pedesaan ini harus kita minimalisir sedini mungkin agar tidak semakin buruk dan dapat memberikan efek fatal bagi warga. Kegiatan pencegahan tersebut dapat dilakukan dengan melakukan hal sederhana seperti menanam pohon, dan berjalan kaki atau bersepeda jika berpergian ke tempat yang jaraknya tidak terlalu jauh.

Selain berdampak baik bagi lingkungan, kegiatan ini juga dapat memberikan manfaat yang baik bagi kesehatan manusia.  Kepala Desa Sidomukti juga menghimbau para warganya untuk tidak terlalu berlebihan dalam pembelian kendaran-kendaraan pribadi agar jumlah kendaraan yang beredar di masyarakat tidak semakin tinggi sehingga pencemaran udara dapat diminimalisir.

Penulis: Asih Karuniawati (Mahasiswi Matematika IAIN Metro)

Tags: BermotorDesa SidomuktiKendaraanLampung TimurPenyakit BerbahayaSekampung
ShareSendShare
Previous Post

Deterjen: Berbahaya Enggak, Sih?

Next Post

Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

Related Posts

Kiss The Ground: Mitigasi Iklim melalui Penyelamatan Tanah

Kiss The Ground: Mitigasi Iklim melalui Penyelamatan Tanah

by Payungi
2 April 2022
0

Dulu kita bisa memprediksi periode musim penghujan dan musim kemarau. Saat ini kita kepayahan dengan perkiraan cuaca yang berubah-ubah bahkan...

Pelajaran Penting dari Film The Tinder Swindler

Pelajaran Penting dari Film The Tinder Swindler

by Payungi
3 Maret 2022
0

"Apa yang terjadi padaku seperti di dalam film. Namun di film, selalu ada orang yang jahat." -Cecilie- Film The Tinder...

NORMALISASI KEKERASAN: PUKUL MUNDUR PERJUANGAN ANTI KEKERASAN

by Payungi
3 Februari 2022
0

Pagi-pagi sudah diwarnai oleh viralnya ceramah ustadzah OSD. Narasi kisah nyata tentang pemukulan suami pada istri, yang karena kelembutan dan...

Review Serial Layangan Putus: Ketidakadilan Gender Menimpa Perempuan

Review Serial Layangan Putus: Ketidakadilan Gender Menimpa Perempuan

by Payungi
20 Januari 2022
0

Setelah berminggu-minggu serial Layangan Putus tayang dan berhasil mengaduk-aduk emosi penontonnya, kini tibalah pada episode terakhir. Walapun katanya masih akan...

Meraup Untung Berujung Buntung: Rendahnya Kepedulian Masyarakat Terhadap Kelestarian Tanah

Meraup Untung Berujung Buntung: Rendahnya Kepedulian Masyarakat Terhadap Kelestarian Tanah

by Payungi
27 Desember 2021
0

Dalam menjalankan sebuah usaha, tentulah setiap orang menginginkan hasil yang terbaik. Hasil ini bisa kita rasakan ketika usaha yang kita...

Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

by Payungi
26 Desember 2021
0

Pengelolaan adalah suatu proses atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan ekowisata adalah salah satu pembangunan tempat untuk...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Datang Lebih Lama

    Datang Lebih Lama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Idenya Dianggap “Gila”, Penggagas Payungi Metro Diganjar Local Heroes Award oleh Tribun Network

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ‘Payungi’ Kota Metro, Pasar Lokal yang Jadi Wisata Edukasi dan Kampung Kuliner di Hari Minggu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Payungi, Market yang Menghidupkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TENTANG KAMI

Payungi hadir atas inisiatif warga berdaya yang percaya perubahan bisa dilakukan dengan gotong royong.

Alamat: Jl. Kedondong, Yosomulyo, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Lampung 34111

Kontak: 0812-7330-7316

LOKASI PAYUNGI

  • Bank Sampah
  • Kampung Bahasa
  • Kampung Kopi
  • Pasar Payungi
  • Payungi Media
  • Payungi University
  • Pesantren Wirausaha
  • Pusat Studi Desa

© 2020 Payungi - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video

© 2020 Payungi - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?