Udara yang bersih dan sehat merupakan kebutuhan utama bagi setiap makhluk hidup baik manusia, hewan, maupun tumbuhan sehingga kelestariannya sangat diperlukan. Akan tetapi, ketersediaan udara bersih dan sehat saat ini semakin hari semakin memperihatinkan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah aktivitas kendaraan. Faktor ini merupakan faktor yang cukup sulit untuk dikendalikan.
Di era globalisasi saat ini, memiliki kendaraan roda dua atau pun empat sudah bukan hal asing lagi. Hampir setiap orang memiliki kendaraan pribadi. Baik masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan maupun pedesaan. Faktor-faktor yang mempengaruhi melonjaknya jumlah kendaraan di lingkungan masyarakat diantaranya adalah faktor kemudahan yang diberikan oleh kendaraan tersebut.
Tidak dapat dipungkiri bahwasannya hadirnya kendaraan-kendaraan tersebut dapat mempermudah serta meringankan pekerjaan manusia. Manusia akan lebih mudah apabila hendak berpergian meskipun jarak tempuhnya relatif jauh. Faktor selanjutnya adalah semakin tingginya pendapatan perkapita. Tingginya pendapatan perkapita ini akan mempengaruhi gaya hidup masyarakat.
Masyarakat dengan pendapatan yang relatif tinggi kebanyakan mengedepankan gengsi. Mereka berlomba-lomba membeli kendaraan mewah. Hal ini mereka lakukan tak jarang untuk kepuasan pribadi saja. Padahal sebenarnya tanpa mereka sadari, semakin banyak kendaraan yang beredar di masyarakat maka kualitas udara yang ada di lingkungan akan semakin buruk.
Saat ini, umumnya di setiap rumah pasti memiliki kendaraan pribadi minimal satu buah sepeda motor. Bahkan bagi keluarga yang tergolong mampu tidak menutup kemungkinan setiap anggota keluarga masing-masing memiliki kendaraan.
Hal ini nyata terjadi di lingkungan tempat tinggal saya, yaitu di Desa Sidomukti, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, dimana di dalam satu rumah bisa memiliki tiga sampai empat motor bahkan masih ditambah dengan mobil. Hal ini terjadi, seiring dengan akan akan adanya pembayaran ganti rugi dari pemerintah karena banyak lahan perkebunan warga yang terkena dampak dari proyek bendungan. Inilah yang mendorong warga membeli kendaraan-kendaraan baru.
Kondisi demikian sebenarnya baik dalam lingkup pertumbuhan perekonomian. Namun, memilik dampak yang kurang baik bagi lingkungan. Bisa kita bayangkan jika kondisi yang sama terjadi di desa lain yang juga terkena dampak proyek bendungan.
Berapa banyak kendaraan pribadi yang akan berlalu-lalang setiap harinya di jalanan sekitar wilayah Sekampung? Tentu tidak terhitung lagi jumlahnya. Apabila hal ini terus-menerus dibiarkan maka akan menimbulkan masalah bagi lingkungan. Oleh karena itu, kondisi ini harus dapat diminimalisir sedini mungkin agar keasrian di lingkungan pedesaan tetap terjaga.
Masalah lingkungan yang timbul akibat kondisi tersebut adalah pencemaran lingkungan khususnya adalah pencemaran udara. Pencemaran udara adalah kondisi dimana kualitas udara yang terdapat di lingkungan menurun. Udara-udara tersebut mengandung zat-zat berbahaya seingga apabila terhirup oleh makhluk hidup secara terus-menerus akan berdampak buruk bagi kesehatan.
Pencemaran udara ini disebabkan oleh emisi gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan berupa asap knalpot. Asap knalpot mengandung zat-zat berbahaya seperti hidrokarbon, nitrogen oksida, karbon monoksida, timbal dan lain-lain. Zat-zat tersebut merupakan zat yang berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia.
Zat-zat beracun tersebut dapat menyebabkan timbulnya beberapa masalah kesehatan, diantaranya yang pertama adalah infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), asma, dan serangan jantung. Pada dasarnya penyebab penyakit ISPA bukanlah asap kendaraan melainkan virus. Namun, akibat dari sistem kekebalan tubuh yang kurang stabil dan diiringi dengan polusi udara yang cukup tinggi ternyata juga dapat memicu munculnya penyakit ISPA. Kemudian ada penyakit asma.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh tim dari Universitas Imperal Collage London, asap kendaraan dapat menyebabkan asma. Selanjutnya ada serangan jantung. Udara yang tercemar ternyata dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung. Hal ini didasarkan oleh penemuan baru, yaitu apabila tubuh terlalu banyak menghirup udara polutan dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah atau disebut dengan istilah aterosklerosis.
Penyempitan pembuluh darah ini disebabkan karena adanya penumpukan plak pada dinding pembuluh darah. Penumpukan plak yang terjadi mengakibatkan proses mengalirnya darah, oksigen, dan nutrisi ke seluruh tubuh terhambat. Apabila hal ini dibiarkan maka akan menimbulkan penyakit yang lebih berbahaya seperti jantung koroner, stroke, bahkan hingga mengakibatkan kematian.
Itulah penyakit-penyakit yang timbul akibat adanya pencemaran udara di lingkungan sekitar. Indikasi terjadinya pencemaran udara di daerah pedesaan ini harus kita minimalisir sedini mungkin agar tidak semakin buruk dan dapat memberikan efek fatal bagi warga. Kegiatan pencegahan tersebut dapat dilakukan dengan melakukan hal sederhana seperti menanam pohon, dan berjalan kaki atau bersepeda jika berpergian ke tempat yang jaraknya tidak terlalu jauh.
Selain berdampak baik bagi lingkungan, kegiatan ini juga dapat memberikan manfaat yang baik bagi kesehatan manusia. Kepala Desa Sidomukti juga menghimbau para warganya untuk tidak terlalu berlebihan dalam pembelian kendaran-kendaraan pribadi agar jumlah kendaraan yang beredar di masyarakat tidak semakin tinggi sehingga pencemaran udara dapat diminimalisir.
Penulis: Asih Karuniawati (Mahasiswi Matematika IAIN Metro)






