Air merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam pemenuhan kehidupan makhluk hidup. Air digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti keperluan konsumsi, rumah tangga umum, industri, pertanian dan peternakan, serta keperluan perikanan.
Jadi, air bukan hanya dibutuhkan oleh manusia oleh semua makhluk hidup untuk memenuhi kebutuannya masing-masing. Lebih jauh lagi, selain untuk memenuhi kebutuhan primer, air juga memenuhi kebutuhan sekunder bahkan tersier. Oleh karena itu, kelestarian lingkungan senantiasa harus dijaga agar tidak terjadi pencemaran air yang akan berdampak besar bagi kehidupan.
Pencemaran air merupakan suatu perubahan yang terjadi pada suatu tampungan air seperti waduk, danau, sumur dan lainya. Perubahan tersebut dapat berupa perubahan warna dan timbulnya bau. Perubahan ini disebabkan oleh masuknya zat-zat dan makhluk hidup yang mempengaruhi menurunya kualitas air sehingga terjadilah perubahan karakteristik dari air. Penurunan kualitas air dapat menyebabkan fungsi air tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Lantas, apa penyebab penurunan kualitas air?
Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya pencemaran air sehingga terjadi penurunan kualitas air. Aktivitas manusia adalah faktor penyebab utama dari pencemaran air, seperti pemakaian detergen yang berlebihan sehingga mencemari air.
Mari kita bahas lebih lanjut terkait hal ini.
Permasalahan air bersih di Indonesia merupakan bukan hal yang asing lagi di telinga kita. Banyak sekali masyarakat yang mengalami krisis air bersih hingga tak jarang mereka terpaksa menggunakan air keruh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bahkan sampai membuat reservoir air hujan untuk menghasilkan air bersih yang dapat diminum.
Mencuci dan mandi merupakan kegiatan wajib yang dilakukan manusia setiap hari. Dalam kegiatan tersebut pastilah kita menggunakan sabun dan detergen sebagai pembersih. Akan tetapi, penggunaan detergen secara berlebihan sangat berbahaya terhadap lingkungan.
Bahan-bahan yang terkandung di dalam detergen memiliki sifat yang tidak ramah lingkungan. Seperti kandungan surfaktan (bahan pembersih), ABS (bahan penghasil busa), abrasive (bahan penggosok), oksidan (bahan pemutih), larutan pengencer air dan lain-lain. Kandungan surfaktan dalam detergen dapat mengganggu kemampuan perkembangbiakan organisme yang ada di perairan.
Dalam hal ini, detergen berpengaruh signifikan terhadap penurunan kualitas air. Berikutnya bahan ABS yang merupakan bahan kimia yang sangat sulit untuk diuraikan sehingga jika digunakan dalam jangka panjang akan mengganggu kestabilan ekosistem.
Limbah detergen yang berasal dari limbah rumah tangga biasanya dialirkan ke irigasi yang bermuara di ujung irigasi, umumnya eceng gondok akan tumbuh di ujung irigasi tersebut. Eceng gondok merupakan tanaman pengindikasi adanya polutan dalam air.
Berdasarkan penelitian, eceng gondok dapat hidup di perairan yang tercemar karena eceng gondok dapat menyerap limbah logam yang membuatnya tumbuh subur. Hal tersebut terjadi di sekitar tempat tinggal saya. Limbah hasil rumah tangga berupa air detergen yang dialirkan melalui irigasi dan bermuara di ledeng, menyebabkan air ledeng tersebut berbau menyengat dan berbusa.
Keadaan limbah detergen yang semakin lama semakin tidak terkendali akan menyebabkan pencemaran air. Jika jumlah limbah detergen semakin meningkat pesat maka kemungkinan yang akan terjadi ialah terjadinya pencemaran pada air tanah.
Padahal air tanah merupakan sumber air untuk kebutuhan konsumsi masyarakat sehingga secara tidak langsung zat-zat kimia berbahaya yang terkandung dalam air yang tercemar tersebut ikut dikonsumsi oleh manusia. Apabila zat-zat pencemar itu menumpuk pada jaringan tubuh manusia akan menyebabkan organ tubuh tidak berfungsi dengan baik sehingga dapat menyebabkan terganggunya kesehatan bahkan hingga dapat berujung kematian.
Selain berdampak pada manusia, detergen juga berdampak terhadap kelestarian ekosistem. Adanya busa pada permukaan perairan yang tercemar akan menghalangi masuknya sinar matahari serta terganggunya sirkulasi oksigen yang berakibat terhadap kematian biota air yang tinggal di kawasan perairan tersebut.
Diperlukan tindakan nyata dari semua lapisan masyarakat demi lestarinya kebersihan air. Dimulai dengan niat yang tersirat dalam hati bahwasanya kita harus memperlakukan lingkungan sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Pada dasarnya kita memang membutuhkan detergen sebagai pembersih sehingga sulit untuk tidak menggunakannya.
Maka dari itu kita dapat melakukan beberapa cara berikut untuk menurunkan efek buruk yang berasal dari penggunaan detergen, yaitu memilih detergen yang tidak mengandung bahan ABS dan atau fosfat serta pilihlah detergen yang tidak menghasilkan busa terlalu banyak agar kita dapat menghemat penggunaan air.
Penulis : Riya Asmita Dewi (Mahasiswi Matematika IAIN Metro)






