Senin, Juni 15, 2026
WES
  • Login
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video
WES
No Result
View All Result
W-E-S
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Alasan Kenapa Harus Nonton Film Kukira Kau Rumah

3 Maret 2022
in Uncategorized
Reading Time: 3min read
A A
0
Alasan Kenapa Harus Nonton Film Kukira Kau Rumah
22
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Baru beberapa hari tayang, film ini meledak dan menembus angka penonton yang cukup fantasis mengingat kita masih mengalami masa pandemi. Ini menjadi angin segar bagi perfilman Indonesia. Ada banyak alasan kenapa harus nonton Film Kukira Kau Rumah ini:

Pertama, Aquarium biru yang berisi beberapa ikan di samping tempat tidur Pram memiliki makna semiotika tersendiri. Ikan-ikan yang berada di aquarium ibarat kehidupan Niskala yang tampak nyaman sebenarnya terkekang karena tidak bisa bebas berenang di luar jalur. Sama halnya dengan kehidupan Niskala, tanpa disadari orangtua dan para sahabatnya karena saking sayangnya malah menjadi super protektif pada dirinya.

Kedua, Niskala menyebut perpustakaan ibarat kuburan sebagai tempat favoritnya dari tempat melarikan diri dari hiruk pikuknya kehidupan. Sebagai pustakawan, aku ngakak banget bagian scene di perpustakan meski hanya ditampilkan dua kali. Yang pertama, scene yang disajikan cukup panjang. Niskala mengambil banyak buku untuk dipinjam, sementara peraturan perpustakaan hanya memperbolehkan pemustaka untuk meminjam maksimal tiga buku. Sindiran halus terlontar dari bibir Niskala bahwa buku yang masih bersih slip peminjamannya lebih baik dipinjamnya karena kasihan buku itu menganggur tidak ada yang meminjam x))

Ketiga, Niskala meminjam banyak buku juga memiliki makna semiotika. Ambisiusnya dalam mengerjakan tugas-tugas sejak sekolah sampai kuliah, berusaha selalu ingin menjadi yang pertama dan terbaik, tidak mau kalah dengan orang lain, dan selalu membaca banyak buku demi ingin menunjukkan kepada papanya bahwa dia mampu menjadi manusia normal pada umumnya. Dia sangat butuh validasi dari papanya bahwa dia bisa.

Keempat, Komik dan beberapa buku yang berserakan di meja belajar Pram, juga menandakan bahwa buku menjadi salah satu teman terbaik Pram selain gitar dalam melawan kesepian.

Kelima, Film ini bertema mentall illness. Khususnya dari tokoh Niskala yang mengidap bipolar. Seperti yang kita ketahui, penyintas ini mengalami pergantian mood yang sangat drastis; manic (bahagia sekali) dan depresi (sedih sekali). Prilly Latuconsina memerankan secara apik dan natural.

Keenam, Dampak broken home yang dialami baik dari sisi Niskala maupun Pram memiliki cerita yang berbeda. Pram yang hidup berdua dengan mamanya tapi jarang sekali bertemu meski mereka satu rumah. Semenjak kepergian papa dari rumah mereka, mamanya bekerja keras dengan cara menyibukkan diri sampai lupa dengan sisi psikologis sang anak, Pram yang merasa kesepian. Niskala sebenarnya memiliki papa dan mama yang lengkap. Tapi Niskala merasa takut dengan mereka, terutama papanya yang terlalu over protektif. Tanpa disadari, banyak orangtua yang bersikap seperti papanya Niskala ini. Maksud hati ingin melindungi anaknya, tapi justru membuat sangat anak terluka secara psiksis.

Ketujuh, Sama seperti halnya orangtua Niskala, sahabatnya; Dinda dan Oktavianus juga super protektif dengan Niskala. Hal yang sering dilupakan dari para penyintas ini adalah bahwa mereka ingin dianggap seperti manusia pada umumnya. Orangtua dan para sahabat Niskala selalu menyebutnya sebagai anak yang berbeda, padahal dia tidak mau diistimewakan.

Kedelapan, Ketika seseorang mengalami kesehatan mental, mereka hanya butuh didengarkan dan ditemani. Bukan diceramahi apalagi sampai dikekang.

Film ini termasuk bagus ditonton tidak hanya untuk remaja, tapi juga untuk para orangtua agar memahami bagaiman kondisi remaja dan menyikapinya. Oya, khususnya buat para remaja, setelah menonton film ini jangan langsung self diagnosis ya. Untuk pemeriksaan kejiwaanmu lebih lanjut, harus ditangani oleh pihak professional, bisa psikolog maupun psikiater yang terpercaya.

Penulis : Luckty Giyan .S (Pustakawan Sekolah dan Penggerak WES Payungi)

Tags: Film ku kira kau rumah
ShareSendShare
Previous Post

NORMALISASI KEKERASAN: PUKUL MUNDUR PERJUANGAN ANTI KEKERASAN

Next Post

Pelajaran Penting dari Film The Tinder Swindler

Related Posts

Review Buku Mitos Inferioritas Perempuan

Review Buku Mitos Inferioritas Perempuan

by Payungi
3 Maret 2022
0

Perlawanan terhadap obskurantisme. Pertentangan ini datang dari teori Darwin tentang proses evolusi organik yang semakin memperjelas asal-usul manusia. Ini adalah...

Perempuan dalam Fiksi: Pembahasan dan Harapan

Perempuan dalam Fiksi: Pembahasan dan Harapan

by Payungi
18 Januari 2022
0

#liqoliterasi30 berdiskusi tentang perempuan dalam fiksi. Menarik dan menjadi sangat kompleks. Karena karakteristik perempuan dalam cerita fiksi baik novel maupun...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Datang Lebih Lama

    Datang Lebih Lama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Idenya Dianggap “Gila”, Penggagas Payungi Metro Diganjar Local Heroes Award oleh Tribun Network

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ‘Payungi’ Kota Metro, Pasar Lokal yang Jadi Wisata Edukasi dan Kampung Kuliner di Hari Minggu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Payungi, Market yang Menghidupkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TENTANG KAMI

Payungi hadir atas inisiatif warga berdaya yang percaya perubahan bisa dilakukan dengan gotong royong.

Alamat: Jl. Kedondong, Yosomulyo, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Lampung 34111

Kontak: 0812-7330-7316

LOKASI PAYUNGI

  • Bank Sampah
  • Kampung Bahasa
  • Kampung Kopi
  • Pasar Payungi
  • Payungi Media
  • Payungi University
  • Pesantren Wirausaha
  • Pusat Studi Desa

© 2020 Payungi - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video

© 2020 Payungi - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?