Pengelolaan adalah suatu proses atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan ekowisata adalah salah satu pembangunan tempat untuk berwisata yang memilik tujuan untuk pelestarian lingkungan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengelolaan ekowisata adalah usaha pembangunan tempat wisata yang bertujuan untuk menjaga kelestarian alam maupun budaya agar tetap terjaga sebagai area alam.
Ekowisata menjadi salah satu upaya dari pemerintah dalam memperbaiki dan menjaga pelestarian lingkungan serta dapat meningkatkan minat para masyarakat sekitar untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan pengelolaan tempat wisata yang nantinya juga akan bermanfaat untuk menambah penghasilan masyarakat dan Pemerintah sekitar. Selain itu dengan adanya pengelolaan ekowisata dapat mengurangi pengangguran bagi masyarakat sekitar.
Pengembangan ekowisata tidak lepas dari peran penting Pemerintah yang bekerja sama dengan penduduk lokal sekitar. Usaha yang harus dilakukan Pemerintah untuk mengembangkan kawasan ekowisata adalah dengan membuat kebijakan tentang ekowisata.
Pengelolaan ekowisata yang sering kita jumpai salah satunya adalah ekowisata berbasis masyarakat yang memberatkan pada keaktifan lokal dan peranan dari masyarakat sekitar. Hal ini karena masyarakat lokal lah yang mengetahui keadaan dan pengetahuan tentang ciri khas alam serta budaya yang ada yang nantinya akan menarik minat pengunjung.
Lampung Mangrove Center atau disebut juga LMC merupakan salah satu contoh ekowisata berbasis masyarakat dengan binaan dari Universitas Lampung dan Pemerintah Lampung Timur. LMC adalah areal hutan mangrove yang ada di Desa Sriminosari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur dengan luas sekitar 700 hektar.
LMC dibangun untuk menjadi pusat pegelolaan hutan. LMC masih terbilang sangat alami dan belum dimodifikasi bentuk alamnya, sehingga perlu dipertahankan karena semakin alami objek wisata tersebut maka semakin menarik pula objek wisatanya. Hutan mongrove memiliki keunikan tersendiri seperti flora dan fauna, pasang surut air, tanahnya yang berlempung, berlumpur, mau pun berpasir dan juga tempat yang terbuka dengan dialiri air laut.
Hutan mangrove yang berada di Desa Sriminosari ini masih memiliki beberapa masalah, salah satu masalah yang dihadapi adalah bagaimana pengembangan ekowisata dapat terwujud tanpa harus menebang dan merusak hutan itu sendiri. Saat ini banyak kerusakan pada ekowisata karena dalam pembangunan tidak memperhatikan aspek kawasan atau lingkungan, hanya berpusat bagaimana pembangunan ekowisata banyak diminati dan menarik tapi mengabaikan kebutuhan alam.
Menurut para pengunjung yang sudah pernah datang ke lokasi mengatakan bahwasannya objek wisata hutan mangrove menarik untuk dikunjungi dengan keluarga selain itu tempatnya juga terasa sejuk. Akan tetapi masih banyak kekurangan yang belum terpenuhi seperti terbatasnya gazebo yang menyulitkan pengunjung untuk istirahat.
Selain itu juga perlu menambahkan tempat bermain untuk anak-anak serta menambahkan fasilitas yang nantinya akan dijadikan tempat untuk berfoto. Struktur dan infrastruktur merupakan pilar utama yang perlu dipertimbangkan ketika mengembangkan ekowisata di LMC agar pengunjung bertambah.
Sampai saat ini salah satu masalah lingkungan di Indonesia adalah kerusakan alam pada hutan mangrove. Tidak sedikit hutan mangrove berakhir hanya dijadikan tambak, persawahan, dan lainnya. Hal ini mengakibatkan perkembangan tumbuhan dan hewan sekitar mangrove tidak seimbang bahkan punah.
Selain itu kerusakan hutan mangrove dapat mengakibatkan pengikisan di daerah pantai, perembasan air laut yang meluas sehingga mempersulit masyarakat sekitar untuk mendapatkan air bersih, selain itu dapat menimbulkan ancaman kerusakan ekosistem yang ada di daerah sekitar, sehingga mengakibatkan menurunnya sumber mata pencarian penduduk lokal.
Oleh karena itu, kita sebagai manusia yang berakal haruslah dapat menjaga keseimbangan ekosistem, dan harus pula senantiasa mengelola ekowisata yang ramah lingkungan serta menjaga kebersihan agar tetap indah dan tidak tercemar.
Penulis: Annisatul Fitriah (Mahasiswi Pendidikan Matematika IAIN Metro)






