Rabu, Juni 10, 2026
WES
  • Login
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video
WES
No Result
View All Result
W-E-S
No Result
View All Result
Home News Kampung Bahasa

Kampung Bahasa Payungi dan Potensi Destinasi Wisata

Oleh : Ririn Erviana

18 Januari 2021
in Kampung Bahasa, News
Reading Time: 2min read
A A
0
Kampung Bahasa Payungi dan Potensi Destinasi Wisata
46
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Jika perhitungan saya tidak salah, sudah lima tahun lamanya menetap di Kota Kecil ini. saat pertama kali datang ke Kota Metro. Tujuan saya adalah menuntut ilmu dan rencananya saya akan pulang. Tapi kemudian, saya mendapat pekerjaan di sini dan rasanya Metro bukan tempat yang buruk untuk dijadikan rumah kelak.

Selama kurun waktu tersebut, banyak perubahan yang saya saksikan di Kota Metro. Terutama tempat saya kuliah. Kampusnya menjadi dua dan hampir setiap tahun melakukan pembangunan gedung.

Pondok pesantren juga makin bertambah. Saya ingat dulu di samping kampus dua IAIN Metro Pondok Hidayatul Quran masih kecil, sekarang santrinya sudah banyak. Sekolah SD Muhamadiyah dan SD Islam terpadu mulai didirikan.

Kemudian Pada tahun 2018 terbentuklah pasar warga bernama Payungi yang diinisiasi oleh Dharma Setyawan. Dua tahun berjalan pasar ini telah membangkitkan ekonomi warga sekitar. Sekarang bahkan ada beberapa divisi yang dikembangkan sebagai wadah belajar, seperti Payungi University, Women and Environment Payungi dan Payungi Kampung Bahasa.

Saya bergumam dalam hati “Inikah wajah Kota Metro yang diklaim sebagai Kota Pendidikan itu?”

Sudah sejak lama, saya ingin belajar bahasa inggris. Namun keinginan itu hanya sebatas keinginan. Tanpa usaha yang benar-benar konkret. Akhirnya sampai lulus kuliah malah belum punya kemampuan bahasa inggris yang bisa dibanggakan.

Sempat ada program kampus belajar bahasa inggris satu semester namanya Intensifikasi Bahasa Inggris. Kemudian ada tes TOEFL juga. Dengan semangat saya mengikutinya. Tapi setelah itu saya nggak mendapat lingkungan yang bisa memelihara atau meningkatkan kemampuan bahasa inggris saya.

Dengan segala ketidakpedean bahasa inggris, kok ya mendapat kerja di tempat yang mengutamakan bahasa inggris. Seperti rezeki yang diikuti dengan tantangan. Semangat belajar bahasa inggris itu mulai membara, apalagi melihat teman-teman kerja sudah cas cis cus mengajar dengan bahasa inggris.

Hanya satu, tidak ada yang mau mengajari saya dengan cuma-cuma. Dan menurut saya belajar bahasa inggris dengan membaca atau menonton video saja tidak cukup. Langkah saya tidak berhenti sampai di situ, saya pengen punya guru bahasa inggris.

Karena budget yang pas-pasan, mencari-cari kelas gratis adalah jalan. Kemudian dikasih rezeki hadiah give away berupa kelas intensif IELTS selama 15 hari. Hari pertama semangat sekali, dan hari berikutnya saya mulai tidak sanggup mengikuti kelasnya karena menurut saya belum mencapai kemampuan itu.

Nah, setelah mundur teratur dari kelas itu, saya menemukan iklan video di instastory. Payungi Kampung Bahasa yang tidak jauh dari tempat tinggal dan tempat bekerja saya membuat sebuah program Training For Trainer yang kemudian disingkat TFT. Semangat belajar bahasa inggris itupun kembali bersemburat.

Jika melihat struktur geografisnya, Metro tidak memiliki pemandangan alam yang menjanjikan. Di sini akan sulit ditemukan wisata alam berupa, laut, gunung atau air terjun. Tapi adanya banyak instansi pendidikan maupun pendidikan nonformal yang menggambarkan budaya berpikir dijunjung tinggi di Kota ini seharusnya kita optimis.

Bahwa segala hal dapat menjadi destinasi wisata. Sebuah budaya berupa tari-tarian, makanan, pertunjukan seni, bahkan kebiasaan berpikir berdiskusi hingga membentuk lingkar komunitas seperti kampung bahasa ini pun dapat dijadikan budaya. Nuansa pedesaan Kota Metro yang tidak gagap akan pasar modern akan menjadi nilai tersendiri.

Tempat-tempat yang dapat memerdekakan sampahnya guna menyayangi lingkungan juga dapat dijadikan sebuah destinasi wisata sekaligus edukasi. Bagaimana orang datang dan penasaran tidak hanya sekadar estetika yang akan memanjakan indera penglihatan.

Tapi bagaimana sebuah Kota bertahan dengan budayanya, tidak direduksi oleh segala yang modern dan kehilangan yang ia punya. Dengan pendidikan kontekstual yang menjamin seseorang menjadi sadar akan pentingnya mempertahankan miliknya yang dulu.

Saya berharap Kampung Bahasa Payungi adalah cikal bakal destinasi wisata yang dapat membanggakan sekaligus menambah value Kota Metro. Agar orang-orang di luar Lampung punya banyak keinginan untuk datang kesini karena ambisi keilmuan dan keingintahuan.

Disadur dari https://pecanducerita.blogspot.com/2021/01/kampung-bahasa-payungi-dan-potensi.html?m=1

ShareSendShare
Previous Post

Tim Payungi Dampingi Mahasiswa IAIN KKL di Dam Raman

Next Post

Kampung Kopi

Related Posts

Pelajaran Penting dari Film The Tinder Swindler

Pelajaran Penting dari Film The Tinder Swindler

by Payungi
3 Maret 2022
0

"Apa yang terjadi padaku seperti di dalam film. Namun di film, selalu ada orang yang jahat." -Cecilie- Film The Tinder...

NORMALISASI KEKERASAN: PUKUL MUNDUR PERJUANGAN ANTI KEKERASAN

by Payungi
3 Februari 2022
0

Pagi-pagi sudah diwarnai oleh viralnya ceramah ustadzah OSD. Narasi kisah nyata tentang pemukulan suami pada istri, yang karena kelembutan dan...

Review Serial Layangan Putus: Ketidakadilan Gender Menimpa Perempuan

Review Serial Layangan Putus: Ketidakadilan Gender Menimpa Perempuan

by Payungi
20 Januari 2022
0

Setelah berminggu-minggu serial Layangan Putus tayang dan berhasil mengaduk-aduk emosi penontonnya, kini tibalah pada episode terakhir. Walapun katanya masih akan...

Meraup Untung Berujung Buntung: Rendahnya Kepedulian Masyarakat Terhadap Kelestarian Tanah

Meraup Untung Berujung Buntung: Rendahnya Kepedulian Masyarakat Terhadap Kelestarian Tanah

by Payungi
27 Desember 2021
0

Dalam menjalankan sebuah usaha, tentulah setiap orang menginginkan hasil yang terbaik. Hasil ini bisa kita rasakan ketika usaha yang kita...

Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

by Payungi
26 Desember 2021
0

Pengelolaan adalah suatu proses atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan ekowisata adalah salah satu pembangunan tempat untuk...

Kendaraan Bermotor dan Penyakit Berbahaya: Berhubungan, kah?

Kendaraan Bermotor dan Penyakit Berbahaya: Berhubungan, kah?

by Payungi
26 Desember 2021
0

Udara yang bersih dan sehat merupakan kebutuhan utama bagi setiap makhluk hidup baik manusia, hewan, maupun tumbuhan sehingga kelestariannya sangat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Datang Lebih Lama

    Datang Lebih Lama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Idenya Dianggap “Gila”, Penggagas Payungi Metro Diganjar Local Heroes Award oleh Tribun Network

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ‘Payungi’ Kota Metro, Pasar Lokal yang Jadi Wisata Edukasi dan Kampung Kuliner di Hari Minggu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Payungi, Market yang Menghidupkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TENTANG KAMI

Payungi hadir atas inisiatif warga berdaya yang percaya perubahan bisa dilakukan dengan gotong royong.

Alamat: Jl. Kedondong, Yosomulyo, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Lampung 34111

Kontak: 0812-7330-7316

LOKASI PAYUNGI

  • Bank Sampah
  • Kampung Bahasa
  • Kampung Kopi
  • Pasar Payungi
  • Payungi Media
  • Payungi University
  • Pesantren Wirausaha
  • Pusat Studi Desa

© 2020 Payungi - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video

© 2020 Payungi - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?