Selasa, Juni 16, 2026
WES
  • Login
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video
WES
No Result
View All Result
W-E-S
No Result
View All Result
Home Gagasan

Desa Harus Bangun

Oleh: Moes Santosa

4 Februari 2021
in Gagasan, Pusat Studi Desa
Reading Time: 2min read
A A
0
Desa Harus Bangun
17
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Dana desa yang akan diglontorkan pada tahun ini mencapai 72 Triliun. Lebih banyak daripada tahun-tahun sebelumnya. Kini pertanyaan, apakah desa bisa mandiri setelah adanya dana desa?

Tahun lalu pemerintah sempat dikagetkan dengan aktivitas BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) yang mayoritas mandek. Ditambah lagi beberapa kepala desa tertangkap oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Meskipun tidak bisa dielakkan ada juga desa yang sukses dengan memanfaatkan Dana Desa, tetapi masih sedikit sekali.

Dana Desa pada dasarnya hanyalah salah satu alternatif untuk mempercepat pembangunan desa. Adanya dana desa, artinya pemerintah ingin melakukan pembangunan secara bottom up (dari bawah). Dimana pembangunan disisir melalui desa, dengan harapan desa dapat berkembang sehingga bisa memberikan dampak bagi pembangunan nasional. Namun, agenda penyaluran Dana Desa pada akhirnya harus berbenturan dengan birokrasi dan akuisisi pribadi. Alih-alih untuk pembangunan, Dana Desa kerap diselewengkan untuk dikorupsi.

Lima tahun lalu, dana desa difokuskan untuk infrastruktur. Pertanyaannya, apakah infrastruktur desa masih terawat hingga saat ini? Bagaimana nasip jalan dan tersier yang dibangun? Warga desa tentu punya otoritas untuk mengkritisi pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah desa. Misal, jalan yang dibuat di area persawahan/perkebunan yang harus mengorbankan lahan warga, perlu dipertanggungjawabkan jika pembangunannya tidak memiliki kualitas baik. Atau pembuatan biogas yang sekedar menjadi seremonial program kegiatan desa tanpa ada pendampingan. Warga yang tidak kritis hanya akan menelan pil pahit akibat pembangunan yang tidak terencana dan teratur.

Pengetahuan, punya peran penting bagi efektifitas penyaluran Dana Desa. Perangkat desa dan warga bila sudah memiliki pengetahuan yang cukup, maka penyaluran Dana Desa tidak perlu dikhawatirkan. Minimal, dengan adanya pengetahuan yang cukup, Dana Desa dapat dikelola sesuai amanah undang-undang / arahan pemerintah pusat.

Desa, perlu memiliki Pusat Studi Desa (PSD). Dimana PSD ini berfungsi untuk memberikan pengetahuan secara kontinyu kepada Kepala Desa, Perangkat Desa, dan Warga. Sehingga, proses pengelolaan Dana Desa dapat dikerjakan secara benar dengan ide-ide pro warga melalui pengajaran di PSD.

Pada intinya, PSD akan menjadi wadah bagi desa itu sendiri untuk pengembangan pengetahuan. Sehingga, adanya pengetahuan yang terus diproduksi, akan berdampak pada sikap yang diambil oleh warga. Warga yang tedidik tentu akan punya ide-ide baik dan kesadaran tinggi terhadap kemajuan desanya. Dampaknya, Dana Desa pun dapat terserap dengan maksimal untuk pembangunan desa menjadi desa yang mandiri.

Pengetahuan ditingkat desa, menjadi faktor yang sangat krusial bagi pemerintah pusat. Pembangunan selain harus dibayar dengan uang, juga perlu diisi dengan pengetahuan. Saya rasa sudah benar, pemerintah mengalokasikan Dana Desa (lima tahun ke depan) yang diprioritaskan untuk pembangunan sumberdaya manusia (SDM). Dengan harapan, tercipta SDM yang unggul dalam berbagai aspek kehidupan, baik sosial, ekonomi, maupun budaya.

Moes Santosa

*Tulisan ini sebagai ucapan selamat atas launchingnya Pusat Studi Desa Program Studi Ekonomi Syariah IAIN Metro. Sinergitas antara desa dan kampus tentu akan berdampak pada percepatan pembangunan desa.

ShareSendShare
Previous Post

Kampung Kopi Payungi

Next Post

Tak Hanya Laki – Laki, Perempuan Juga Bisa Misogini

Related Posts

Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

by Payungi
26 Desember 2021
0

Pengelolaan adalah suatu proses atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan ekowisata adalah salah satu pembangunan tempat untuk...

Kendaraan Bermotor dan Penyakit Berbahaya: Berhubungan, kah?

Kendaraan Bermotor dan Penyakit Berbahaya: Berhubungan, kah?

by Payungi
26 Desember 2021
0

Udara yang bersih dan sehat merupakan kebutuhan utama bagi setiap makhluk hidup baik manusia, hewan, maupun tumbuhan sehingga kelestariannya sangat...

Deterjen: Berbahaya Enggak, Sih?

Deterjen: Berbahaya Enggak, Sih?

by Payungi
26 Desember 2021
0

Air merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam pemenuhan kehidupan makhluk hidup. Air digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti keperluan...

Green Ramadhan

Green Ramadhan

by Payungi
19 April 2021
0

Liqo Literasi #7 yang berlangsung pada Sabtu, 17 April 2021 membahas tentang Green Ramadhan. Ternyata sampah selama bulan Ramadhan pada...

Budaya dan Gender

Budaya dan Gender

by Payungi
12 April 2021
0

By Lathifah T (Alumni SPP Vol 1) Kebiasaan-kebiasaan yang terjadi kerap kali menjadi budaya yang berkembang di masyarakat. Perempuan sering...

Ecofeminism

Ecofeminism

by Payungi
5 April 2021
0

By: Adilla Safira Putri (Alumni SPP Vol 1) "Ecofeminisme: Menyoal Perempuan dan Alam". Ecofeminisme suatu faham bagaimana keterkaitan erat antara...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Datang Lebih Lama

    Datang Lebih Lama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Idenya Dianggap “Gila”, Penggagas Payungi Metro Diganjar Local Heroes Award oleh Tribun Network

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ‘Payungi’ Kota Metro, Pasar Lokal yang Jadi Wisata Edukasi dan Kampung Kuliner di Hari Minggu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Payungi, Market yang Menghidupkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TENTANG KAMI

Payungi hadir atas inisiatif warga berdaya yang percaya perubahan bisa dilakukan dengan gotong royong.

Alamat: Jl. Kedondong, Yosomulyo, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Lampung 34111

Kontak: 0812-7330-7316

LOKASI PAYUNGI

  • Bank Sampah
  • Kampung Bahasa
  • Kampung Kopi
  • Pasar Payungi
  • Payungi Media
  • Payungi University
  • Pesantren Wirausaha
  • Pusat Studi Desa

© 2020 Payungi - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video

© 2020 Payungi - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?