Selasa, April 14, 2026
WES
  • Login
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video
WES
No Result
View All Result
W-E-S
No Result
View All Result
Home Gagasan

3 Dosa Besar dalam Pendidikan

Intoleransi, Kekerasan Seksual, dan Perundungan

28 Maret 2021
in Gagasan, Wes
Reading Time: 3min read
A A
0
3 Dosa Besar dalam Pendidikan
30
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Pada minggu ini tema yang dibahas adalah “3 Dosa Besar dalam Pendidikan: Intoleransi, Kekerasan Seksual, dan Perundungan”.

Intoleransi ternyata bukan hanya dialami oleh mereka yang berbeda suku atau agama. Intoleransi juga dialami oleh pemeluk agama yang sama. Aliran yang berbeda membuat beberapa orang menjadikan saudara seimannya bukan saudara. Dari hal tersebut sikap menghargai dan menghormati muncul sebagai solusi agar hidup mereka dapat terus berdampingan. Hal ini dilakukan agar perasaan semuanya tidak tersakiti. Sungguh miris mengingat mereka sebenarnya adalah saudara seiman.

Guru atau orang dewasa yang seharusnya memberikan pengertian yang baik dengan cara yang benar tentang perbedaan suku sampai agama, malah kadang menggunakan kalimat yang rancu dan mudah disalah artikan oleh siswa yang masih polos dan lugu yang kemudian menyakiti sesama temannya yang berbeda yang juga polos dan lugu. Sungguh kasihan mereka yang terhalang oleh kalimat rancu orang dewasa.

Selain intoleransi, kekerasan seksual juga termasuk salah satu dosa besar dalam dunia pendidikan. Kekerasan seksual di sekolah masih banyak terjadi. Mirisnya lagi, banyak siswa yang mengalaminya tidak sadar bahwa itu adalah kekerasan seksual. Hal ini sangat berbahaya bagi siswa yang masih dalam tahap pertumbuhan. Karena bisa jadi, dari ketidaktahuan ini muncul pemakluman terhadap tindakan-tindakan semacam itu dan lebih parahnya lagi adalah muncul penyimpangan seksual pada siswa.

Kurangnya pemahaman dan kesadaran tentang kekerasan seksual ini terjadi, salah satu faktornya adalah karena kurangnya pendidikan seksual di sekolah dan di rumah. Di rumah, pendidikan seksual masih dianggap tabu untuk dibahas. Beberapa orang tua kurang percaya diri membahasnya karena merasa belum paham dengan hal-hal seperti itu dan takut tidak dapat menjawab pertanyaan anak dengan baik dan benar. Jadi dari pada salah menjawab, para orang tua lebih memilih untuk menyerahkan pendidikan seksual sepenuhnya kepada sekolah (secara tidak langsung) dengan berharap anak-anak mereka diberikan bekal pengetahuan yang cukup tentang pendidikan seksual.

Namun faktanya, di sekolah pendidikan seksual belum diberikan dengan maksimal. Dan malah, banyak anak-anak (yang di harapkan para orang tua ini untuk mendapatkan pengetahuan yang cukup untuk bekal hidupnya) menjadi korban kekerasan seksual.

Bukan hanya di dunia pendidikan, kekerasan seksual ternyata juga menjadi “teman” kita sehari-hari. Tanpa disadari banyak orang di sekeliling kita mengalami kekerasan seksual. Banyak dari mereka korbannya adalah perempuan.

Perempuan dan kekerasan seksual memang masih sering berdampingan. Perempuan masih sering menjadi korban kekerasan seksual. Pakaian mini sudah lama dan sudah banyak dibahas tidak ada hubungannya dengan kekerasan seksual.

Dari cerita-cerita yang ada, para perempuan ini berpakaian dengan rapi dan sopan, bahkan memakai jilbab. Mereka juga tidak menunjukkan perilaku aneh yang mengundang. Mereka perempuan baik-baik dan hidup di lingkungan yang baik. Mereka memang ditakdirkan saja bertemu dengan laki-laki yang jahat pikirannya. Dan salah satu dari pelaku ini juga ternyata dikenal sebagai orang yang taat beragama. Sungguh tidak terduga.

Ternyata image “orang yang taat beragama” tidak menjamin orang tersebut benar-benar paham apa yang seharusnya orang beragama lakukan.

Dosa besar yang terakhir adalah perundungan. Perundungan sering sekali dialami oleh siswa yang dianggap “berbeda”. Berbeda sukunya, berbeda agamanya, berbeda fisiknya, berbeda logatnya, berbeda cara jalannya, dan banyak perbedaan lainnya yang menjadi penyebab seorang siswa dirundung di sekolah.

Siswa yang masih kecil dan belum paham bahwa hal tersebut tidak baik, terus melakukannya karena pola yang sama terus dilakukan oleh orang-orang terdahulunya. Siswa yang pendiam dianggap sangat “bully-able” dan selalu menjadi target yang empuk. Baik dahulu maupun sekarang, siswa yang pendiam selalu menjadi sasaran mereka para siswa lain yang menganggap dirinya lebih. Belum lagi jika ada satu siswa yang memiliki suku yang berbeda. Dia sangat mencolok dan sering dirundung. Tak mampu melawan karena sendirian.

Teman yang tidak mem-bully biasanya juga tidak membantu korban karena takut menjadi target baru perundungan. Pola ini terus terjadi dan seolah menjadi tradisi.

Intoleransi, kekerasan seksual, dan perundungan masih menjadi dosa besar dalam dunia pendidikan, yang seharusnya guru dan orang dewasa menjadi pelindung siswa yang masih kecil, lugu, dan polos yang belum sepenuhnya paham dengan pengertian-pengertian yang diberikan kepada mereka.

 184 total views,  1 views today

Tags: 3 Dosa Besar dalam PendidikanIntoleransiKekerasan SeksualLIQO LITERASIPerundungan
ShareSendShare
Previous Post

Mendidik Perempuan

Next Post

Ecofeminism

Related Posts

Pelajaran Penting dari Film The Tinder Swindler

Pelajaran Penting dari Film The Tinder Swindler

by Payungi
3 Maret 2022
0

"Apa yang terjadi padaku seperti di dalam film. Namun di film, selalu ada orang yang jahat." -Cecilie- Film The Tinder...

NORMALISASI KEKERASAN: PUKUL MUNDUR PERJUANGAN ANTI KEKERASAN

by Payungi
3 Februari 2022
0

Pagi-pagi sudah diwarnai oleh viralnya ceramah ustadzah OSD. Narasi kisah nyata tentang pemukulan suami pada istri, yang karena kelembutan dan...

Review Serial Layangan Putus: Ketidakadilan Gender Menimpa Perempuan

Review Serial Layangan Putus: Ketidakadilan Gender Menimpa Perempuan

by Payungi
20 Januari 2022
0

Setelah berminggu-minggu serial Layangan Putus tayang dan berhasil mengaduk-aduk emosi penontonnya, kini tibalah pada episode terakhir. Walapun katanya masih akan...

Meraup Untung Berujung Buntung: Rendahnya Kepedulian Masyarakat Terhadap Kelestarian Tanah

Meraup Untung Berujung Buntung: Rendahnya Kepedulian Masyarakat Terhadap Kelestarian Tanah

by Payungi
27 Desember 2021
0

Dalam menjalankan sebuah usaha, tentulah setiap orang menginginkan hasil yang terbaik. Hasil ini bisa kita rasakan ketika usaha yang kita...

Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

by Payungi
26 Desember 2021
0

Pengelolaan adalah suatu proses atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan ekowisata adalah salah satu pembangunan tempat untuk...

Kendaraan Bermotor dan Penyakit Berbahaya: Berhubungan, kah?

Kendaraan Bermotor dan Penyakit Berbahaya: Berhubungan, kah?

by Payungi
26 Desember 2021
0

Udara yang bersih dan sehat merupakan kebutuhan utama bagi setiap makhluk hidup baik manusia, hewan, maupun tumbuhan sehingga kelestariannya sangat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Datang Lebih Lama

    Datang Lebih Lama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Idenya Dianggap “Gila”, Penggagas Payungi Metro Diganjar Local Heroes Award oleh Tribun Network

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ‘Payungi’ Kota Metro, Pasar Lokal yang Jadi Wisata Edukasi dan Kampung Kuliner di Hari Minggu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Payungi, Market yang Menghidupkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TENTANG KAMI

Payungi hadir atas inisiatif warga berdaya yang percaya perubahan bisa dilakukan dengan gotong royong.

Alamat: Jl. Kedondong, Yosomulyo, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Lampung 34111

Kontak: 0812-7330-7316

LOKASI PAYUNGI

  • Bank Sampah
  • Kampung Bahasa
  • Kampung Kopi
  • Pasar Payungi
  • Payungi Media
  • Payungi University
  • Pesantren Wirausaha
  • Pusat Studi Desa

© 2020 Payungi - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video

© 2020 Payungi - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?