Jumat, April 17, 2026
WES
  • Login
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video
WES
No Result
View All Result
W-E-S
No Result
View All Result
Home Gagasan

Budaya dan Gender

12 April 2021
in Gagasan
Reading Time: 1min read
A A
0
Budaya dan Gender
22
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

By Lathifah T (Alumni SPP Vol 1)

Kebiasaan-kebiasaan yang terjadi kerap kali menjadi budaya yang berkembang di masyarakat. Perempuan sering kali mendapat komentar dan diskriminasi di lingkungan masyarakat. Mereka tidak bersalah, namun keadaan dan lingkungan yang membentuk suatu sistem yang seperti menyalahkan perempuan.

Perempuan sering dinomor duakan akan hak yang seharusnya mereka dapatkan. Kita tidak bisa memukul rata semua orang dengan kemampuan yang sama. Tolak ukur seseorang bukan karena dia laki-laki atau perempuan, tapi karena kemampuan dan potensi yang mereka miliki.

Seperti halnya yang sering terjadi, tidak sedikit masyarakat memandang perempuan hanya bisa macak, manak, hanya pantas tinggal di rumah, tanpa repot-repot bekerja, seolah perempuan tidak pantas tumbuh dan berkembang.

Belum lagi pandangan lawan jenis yang sering kali menjadikan perempuan sebagai objek, sampai mengganggu kesehatan mental para perempuan. Perlakuan seperti inilah yang lagi lagi menjadikan posisi perempuan seperti dibawah laki-laki yang seakan-akan tidak berdaya untuk melakukan seuatu.

Kebiasaan-kebiasaan seperti ini yang membentuk budaya patriarki yang merugikan salah satu pihak. Mengubah budaya yang melekat memang tidaklah mudah, namun apakah budaya-budaya itu dapat mensejahterakan kaum perempuan? Nyatanya tidak.  Sebagian mereka seperti terkekang untuk melakukan sesuatu, dinilai tidak pantas akan memutuskan keputusan.

Seharusnya budaya dapat menjadi perantara untuk mencapai kesejahtetaan bersama. Bukan hanya satu dua orang saja. Perempuan juga makhluk sosial yang berhak setara.

Tags: BudayaGenderKesetaraan genderPatriarkiSetara
ShareSendShare
Previous Post

Ecofeminism

Next Post

Green Ramadhan

Related Posts

Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

by Payungi
26 Desember 2021
0

Pengelolaan adalah suatu proses atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan ekowisata adalah salah satu pembangunan tempat untuk...

Kendaraan Bermotor dan Penyakit Berbahaya: Berhubungan, kah?

Kendaraan Bermotor dan Penyakit Berbahaya: Berhubungan, kah?

by Payungi
26 Desember 2021
0

Udara yang bersih dan sehat merupakan kebutuhan utama bagi setiap makhluk hidup baik manusia, hewan, maupun tumbuhan sehingga kelestariannya sangat...

Deterjen: Berbahaya Enggak, Sih?

Deterjen: Berbahaya Enggak, Sih?

by Payungi
26 Desember 2021
0

Air merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam pemenuhan kehidupan makhluk hidup. Air digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti keperluan...

Green Ramadhan

Green Ramadhan

by Payungi
19 April 2021
0

Liqo Literasi #7 yang berlangsung pada Sabtu, 17 April 2021 membahas tentang Green Ramadhan. Ternyata sampah selama bulan Ramadhan pada...

Ecofeminism

Ecofeminism

by Payungi
5 April 2021
0

By: Adilla Safira Putri (Alumni SPP Vol 1) "Ecofeminisme: Menyoal Perempuan dan Alam". Ecofeminisme suatu faham bagaimana keterkaitan erat antara...

3 Dosa Besar dalam Pendidikan

3 Dosa Besar dalam Pendidikan

by Payungi
28 Maret 2021
0

Pada minggu ini tema yang dibahas adalah "3 Dosa Besar dalam Pendidikan: Intoleransi, Kekerasan Seksual, dan Perundungan". Intoleransi ternyata bukan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Datang Lebih Lama

    Datang Lebih Lama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Idenya Dianggap “Gila”, Penggagas Payungi Metro Diganjar Local Heroes Award oleh Tribun Network

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ‘Payungi’ Kota Metro, Pasar Lokal yang Jadi Wisata Edukasi dan Kampung Kuliner di Hari Minggu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Payungi, Market yang Menghidupkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TENTANG KAMI

Payungi hadir atas inisiatif warga berdaya yang percaya perubahan bisa dilakukan dengan gotong royong.

Alamat: Jl. Kedondong, Yosomulyo, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Lampung 34111

Kontak: 0812-7330-7316

LOKASI PAYUNGI

  • Bank Sampah
  • Kampung Bahasa
  • Kampung Kopi
  • Pasar Payungi
  • Payungi Media
  • Payungi University
  • Pesantren Wirausaha
  • Pusat Studi Desa

© 2020 Payungi - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video

© 2020 Payungi - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?