Selasa, Juni 16, 2026
WES
  • Login
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video
WES
No Result
View All Result
W-E-S
No Result
View All Result
Home Gagasan

Deterjen: Berbahaya Enggak, Sih?

26 Desember 2021
in Gagasan, Lingkungan, News, Wes
Reading Time: 3min read
A A
0
Deterjen: Berbahaya Enggak, Sih?

Sumber Gambar: Kompas

27
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Air merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam pemenuhan kehidupan makhluk hidup. Air digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti keperluan konsumsi, rumah tangga umum, industri, pertanian dan peternakan, serta keperluan perikanan.

Jadi, air bukan hanya dibutuhkan oleh manusia oleh semua makhluk hidup untuk memenuhi kebutuannya masing-masing. Lebih jauh lagi, selain untuk memenuhi kebutuhan primer, air juga memenuhi kebutuhan sekunder bahkan tersier. Oleh karena itu, kelestarian lingkungan senantiasa harus dijaga agar tidak terjadi pencemaran air yang akan berdampak besar bagi kehidupan.

Pencemaran air merupakan suatu perubahan yang terjadi pada suatu tampungan air seperti waduk, danau, sumur dan lainya. Perubahan tersebut dapat berupa perubahan warna dan timbulnya bau. Perubahan ini disebabkan oleh masuknya zat-zat dan makhluk hidup yang mempengaruhi menurunya kualitas air sehingga terjadilah perubahan karakteristik dari air. Penurunan kualitas air dapat menyebabkan fungsi air tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Lantas, apa penyebab penurunan kualitas air?

Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya pencemaran air sehingga terjadi penurunan kualitas air. Aktivitas manusia adalah faktor penyebab utama dari pencemaran air, seperti pemakaian detergen yang berlebihan sehingga mencemari air.

Mari kita bahas lebih lanjut terkait hal ini.

Permasalahan air bersih di Indonesia merupakan bukan hal yang asing lagi di telinga kita. Banyak sekali masyarakat yang mengalami krisis air bersih hingga tak jarang mereka terpaksa menggunakan air keruh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bahkan sampai membuat reservoir air hujan untuk menghasilkan air bersih yang dapat diminum.

Mencuci dan mandi merupakan kegiatan wajib yang dilakukan manusia setiap hari. Dalam kegiatan tersebut pastilah kita menggunakan sabun dan detergen sebagai pembersih. Akan tetapi, penggunaan detergen secara berlebihan sangat berbahaya terhadap lingkungan.

Bahan-bahan yang terkandung di dalam detergen memiliki sifat yang tidak ramah lingkungan. Seperti kandungan surfaktan (bahan pembersih), ABS (bahan penghasil busa), abrasive (bahan penggosok), oksidan (bahan pemutih), larutan pengencer air dan lain-lain. Kandungan surfaktan dalam detergen dapat mengganggu kemampuan perkembangbiakan organisme yang ada di perairan.

Dalam hal ini, detergen berpengaruh signifikan terhadap penurunan kualitas air. Berikutnya bahan ABS yang merupakan bahan kimia yang sangat sulit untuk diuraikan sehingga jika digunakan dalam jangka panjang akan mengganggu kestabilan ekosistem.

Limbah detergen yang berasal dari limbah rumah tangga biasanya dialirkan ke irigasi yang bermuara di ujung irigasi, umumnya eceng gondok akan tumbuh di ujung irigasi tersebut. Eceng gondok merupakan tanaman pengindikasi adanya polutan dalam air.

Berdasarkan penelitian, eceng gondok dapat hidup di perairan yang tercemar karena eceng gondok dapat menyerap limbah logam yang membuatnya tumbuh subur. Hal tersebut terjadi di sekitar tempat tinggal saya. Limbah hasil rumah tangga berupa air detergen yang dialirkan melalui irigasi dan bermuara di ledeng, menyebabkan air ledeng tersebut berbau menyengat dan berbusa.

Keadaan limbah detergen yang semakin lama semakin tidak terkendali akan menyebabkan pencemaran air. Jika jumlah limbah detergen semakin meningkat pesat maka kemungkinan yang akan terjadi ialah terjadinya pencemaran pada air tanah.

Padahal air tanah merupakan sumber air untuk kebutuhan konsumsi masyarakat sehingga secara tidak langsung zat-zat kimia berbahaya yang terkandung dalam air yang tercemar tersebut ikut dikonsumsi oleh manusia. Apabila zat-zat pencemar itu menumpuk pada jaringan tubuh manusia akan menyebabkan organ tubuh tidak berfungsi dengan baik sehingga dapat menyebabkan terganggunya kesehatan bahkan hingga dapat berujung kematian.

Selain berdampak pada manusia, detergen juga berdampak terhadap kelestarian ekosistem. Adanya busa pada permukaan perairan yang tercemar akan menghalangi masuknya sinar matahari serta terganggunya sirkulasi oksigen yang berakibat terhadap kematian biota air yang tinggal di kawasan perairan tersebut.

Diperlukan tindakan nyata dari semua lapisan masyarakat demi lestarinya kebersihan air. Dimulai dengan niat yang tersirat dalam hati bahwasanya kita harus memperlakukan lingkungan sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Pada dasarnya kita memang membutuhkan detergen sebagai pembersih sehingga sulit untuk tidak menggunakannya.

Maka dari itu kita dapat melakukan beberapa cara berikut untuk menurunkan efek buruk yang berasal dari penggunaan detergen, yaitu memilih detergen yang tidak mengandung bahan ABS dan atau fosfat serta pilihlah detergen yang tidak menghasilkan busa terlalu banyak agar kita dapat menghemat penggunaan air.

Penulis : Riya Asmita Dewi (Mahasiswi Matematika IAIN Metro)

Tags: BusaDeterjenLimbah Rumah TanggaLingkunganPencemaran Air
ShareSendShare
Previous Post

Green Ramadhan

Next Post

Kendaraan Bermotor dan Penyakit Berbahaya: Berhubungan, kah?

Related Posts

Kiss The Ground: Mitigasi Iklim melalui Penyelamatan Tanah

Kiss The Ground: Mitigasi Iklim melalui Penyelamatan Tanah

by Payungi
2 April 2022
0

Dulu kita bisa memprediksi periode musim penghujan dan musim kemarau. Saat ini kita kepayahan dengan perkiraan cuaca yang berubah-ubah bahkan...

Pelajaran Penting dari Film The Tinder Swindler

Pelajaran Penting dari Film The Tinder Swindler

by Payungi
3 Maret 2022
0

"Apa yang terjadi padaku seperti di dalam film. Namun di film, selalu ada orang yang jahat." -Cecilie- Film The Tinder...

NORMALISASI KEKERASAN: PUKUL MUNDUR PERJUANGAN ANTI KEKERASAN

by Payungi
3 Februari 2022
0

Pagi-pagi sudah diwarnai oleh viralnya ceramah ustadzah OSD. Narasi kisah nyata tentang pemukulan suami pada istri, yang karena kelembutan dan...

Review Serial Layangan Putus: Ketidakadilan Gender Menimpa Perempuan

Review Serial Layangan Putus: Ketidakadilan Gender Menimpa Perempuan

by Payungi
20 Januari 2022
0

Setelah berminggu-minggu serial Layangan Putus tayang dan berhasil mengaduk-aduk emosi penontonnya, kini tibalah pada episode terakhir. Walapun katanya masih akan...

Meraup Untung Berujung Buntung: Rendahnya Kepedulian Masyarakat Terhadap Kelestarian Tanah

Meraup Untung Berujung Buntung: Rendahnya Kepedulian Masyarakat Terhadap Kelestarian Tanah

by Payungi
27 Desember 2021
0

Dalam menjalankan sebuah usaha, tentulah setiap orang menginginkan hasil yang terbaik. Hasil ini bisa kita rasakan ketika usaha yang kita...

Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

by Payungi
26 Desember 2021
0

Pengelolaan adalah suatu proses atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan ekowisata adalah salah satu pembangunan tempat untuk...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Datang Lebih Lama

    Datang Lebih Lama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Idenya Dianggap “Gila”, Penggagas Payungi Metro Diganjar Local Heroes Award oleh Tribun Network

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ‘Payungi’ Kota Metro, Pasar Lokal yang Jadi Wisata Edukasi dan Kampung Kuliner di Hari Minggu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Payungi, Market yang Menghidupkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TENTANG KAMI

Payungi hadir atas inisiatif warga berdaya yang percaya perubahan bisa dilakukan dengan gotong royong.

Alamat: Jl. Kedondong, Yosomulyo, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Lampung 34111

Kontak: 0812-7330-7316

LOKASI PAYUNGI

  • Bank Sampah
  • Kampung Bahasa
  • Kampung Kopi
  • Pasar Payungi
  • Payungi Media
  • Payungi University
  • Pesantren Wirausaha
  • Pusat Studi Desa

© 2020 Payungi - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video

© 2020 Payungi - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?