Sabtu, Juni 13, 2026
WES
  • Login
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video
WES
No Result
View All Result
W-E-S
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Meraup Untung Berujung Buntung: Rendahnya Kepedulian Masyarakat Terhadap Kelestarian Tanah

27 Desember 2021
in Lingkungan, Wes
Reading Time: 3min read
A A
0
Meraup Untung Berujung Buntung: Rendahnya Kepedulian Masyarakat Terhadap Kelestarian Tanah
16
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Dalam menjalankan sebuah usaha, tentulah setiap orang menginginkan hasil yang terbaik. Hasil ini bisa kita rasakan ketika usaha yang kita jalani memperoleh keuntungan besar melebihi apa yang kita harapkan. Namun, dalam menjalankan sebuah usaha juga perlu memperhatikan beberapa aspek, salah satunya ialah lingkungan. Lingkungan merupakan kombinasi dari berbagai sumber daya alam seperti halnya air, tanah, udara, energi surya, flora dan fauna yang tumbuh dan berkembang di sekitar kita.

Menjaga dan melestarikan lingkungan di sekitar kita dapat kita mulai dengan menjaga kesuburan tanah. Tanah merupakan tempat bagi berbagai mikroorganisme tumbuh dan berkembang biak serta lahan untuk hidup dan bergerak bagi sejumlah fauna dan juga manusia. Tanah memegang peranan yang penting bagi kehidupan, karena tanah menyediakan unsur hara, air dan juga sebagai media penopang akar tumbuhan.

Sayangnya hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang menyepelekan bahkan tidak memperdulikan betapa pentingnya peran tanah bagi kelangsungan hidup. Seperti halnya yang dilakukan oleh salah satu bengkel besar yang ada di Kelurahan 22 Hadimulyo Barat, Metro Pusat.

Baru-baru ini, bengkel yang telah berdiri sekitar 30 tahun itu terpaksa ditutup untuk sementara waktu oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro. Penyebab dari tindakan penutupan tersebut ialah karena limbah oli yang dihasilkan mengakibatkan pencemaran tanah yang telah lama meresahkan masyarakat sekitar. Meski telah berdiri selama 30 tahun, ironisnya bengkel ini tidak memiliki tempat khusus untuk pembuangan limbah B3.

Limbah B3 merupakan limbah yang mengandung konsentrasi zat berbahaya dan beracun yang secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemari serta mengancam kelestarian lingkungan di daerah sekitar. Selain itu, limbah ini juga dapat menimbulkan berbagai macam penyakit yang nantinya akan mengancam kelangsungan makhluk hidup, terutama manusia dan mikroorganisme.

Tidak adanya tempat pembuangan limbah B3 ini, mengakibatkan para pekerja membuang limbah oli ke saluran irigasi warga sekitar. Tindakan tidak bertanggung jawab yang telah berlangsung selama bertahun-tahun ini berdampak pada tercemarnya tanah serta saluran air masyarakat.

Hal ini telah dikeluhkan oleh warga sekitar, akibat dari pembuangan limbah B3 ini membuat sumur menjadi berbau tidak sedap serta mengandung minyak. Kondisi memprihatinkan ini memaksa warga sekitar membeli air bersih untuk konsumsi sehari-hari. Selain itu, limbah oli yang terserap oleh tanah juga dapat mengganggu kehidupan organisme dan mikroorganisme tanah seperti cacing, semut dan bakteri.

Keluhan warga ini segera ditindak lanjuti oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro. DLH memberikan sanksi tegas berupa penutupan bengkel untuk sementara sampai pemilik bengkel tersebut memiliki tempat pembuangan sampah (TPS) B3. Pemilik bengkel juga mengatakan bahwa ia akan sepenuhnya bertanggung jawab atas kerugian yang dialami oleh masyarakat dan akan membersihkan lingkungan yang terdampak oleh pembuangan limbah oli bengkel miliknya.

Dari permasalahan ini kita dapat melihat bahwa tindakan yang semula dilakukan demi meraih laba dengan tidak membuat tempat pembuangan akhir limbah dan tidak pula mengelola limbah kategori B3 secara baik,  berujung pada penutupan sementara tempat usaha tersebut serta pertanggungjawaban atas kerugian yang telah dialami oleh warga sekitar. Rendahnya kepedulian pekerja serta pemilik tempat usaha terhadap lingkungan sekitar terutama terhadap kelestarian tanah di daerah tersebut sangat memprihatinkan.

Untuk menghindari terjadinya kasus seperti ini perlu disediakan tempat pembuangan dan pengelolaan limbah yang baik, sehingga limbah yang dihasilkam tidak menimbulkam pencemaran lingkungan. 3R (reuse, recycle dan recovery) merupakan cara yang tepat umtuk mengelola limbah dengan baik. Hal ini sangat penting dilakukan sebagai upaya mengurangi kecepatan penggunaan sumber daya alam serta sebagai tindakan peduli lingkungan.

Edukasi mengenai pentingnya menjaga sumber daya alam di sekitar kita terutama tanah sangat perlu dilakukan. Salah satu caranya dengan mengubah pola fikir dan cara pandang kita terhadap sumber daya alam.  Sumber daya alam bukan dihadirkan oleh Tuhan sebagai pelengkap dan penyeimbang ekosistem agar dapat digunakan manusia dengan semaunya.

Melainkan sebagai suatu subjek yang harus kita lestarikan serta kita gunakan dengan semaksimal dan sebijak mungkin agar nantinya sumber daya alam tersebut dapat tersalurkan dengan sebaik mungkin. Kita harus mulai menjadi pribadi yang peduli akan kelestarian lingkungan. Karena semua manusia pasti bisa memberikan sebuah karya atau usaha ketika ia mau untuk mencoba walaupun dimulai dengan tindakan yang sangat sederhana.

Penulis: Zahra Vionica

Tags: LingkunganPencemaranPencemaran lingkunganPencemaran tanahTanah
ShareSendShare
Previous Post

Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

Next Post

Perempuan dalam Fiksi: Pembahasan dan Harapan

Related Posts

Kiss The Ground: Mitigasi Iklim melalui Penyelamatan Tanah

Kiss The Ground: Mitigasi Iklim melalui Penyelamatan Tanah

by Payungi
2 April 2022
0

Dulu kita bisa memprediksi periode musim penghujan dan musim kemarau. Saat ini kita kepayahan dengan perkiraan cuaca yang berubah-ubah bahkan...

Pelajaran Penting dari Film The Tinder Swindler

Pelajaran Penting dari Film The Tinder Swindler

by Payungi
3 Maret 2022
0

"Apa yang terjadi padaku seperti di dalam film. Namun di film, selalu ada orang yang jahat." -Cecilie- Film The Tinder...

NORMALISASI KEKERASAN: PUKUL MUNDUR PERJUANGAN ANTI KEKERASAN

by Payungi
3 Februari 2022
0

Pagi-pagi sudah diwarnai oleh viralnya ceramah ustadzah OSD. Narasi kisah nyata tentang pemukulan suami pada istri, yang karena kelembutan dan...

Review Serial Layangan Putus: Ketidakadilan Gender Menimpa Perempuan

Review Serial Layangan Putus: Ketidakadilan Gender Menimpa Perempuan

by Payungi
20 Januari 2022
0

Setelah berminggu-minggu serial Layangan Putus tayang dan berhasil mengaduk-aduk emosi penontonnya, kini tibalah pada episode terakhir. Walapun katanya masih akan...

Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

by Payungi
26 Desember 2021
0

Pengelolaan adalah suatu proses atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan ekowisata adalah salah satu pembangunan tempat untuk...

Kendaraan Bermotor dan Penyakit Berbahaya: Berhubungan, kah?

Kendaraan Bermotor dan Penyakit Berbahaya: Berhubungan, kah?

by Payungi
26 Desember 2021
0

Udara yang bersih dan sehat merupakan kebutuhan utama bagi setiap makhluk hidup baik manusia, hewan, maupun tumbuhan sehingga kelestariannya sangat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Datang Lebih Lama

    Datang Lebih Lama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Idenya Dianggap “Gila”, Penggagas Payungi Metro Diganjar Local Heroes Award oleh Tribun Network

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ‘Payungi’ Kota Metro, Pasar Lokal yang Jadi Wisata Edukasi dan Kampung Kuliner di Hari Minggu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Payungi, Market yang Menghidupkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TENTANG KAMI

Payungi hadir atas inisiatif warga berdaya yang percaya perubahan bisa dilakukan dengan gotong royong.

Alamat: Jl. Kedondong, Yosomulyo, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Lampung 34111

Kontak: 0812-7330-7316

LOKASI PAYUNGI

  • Bank Sampah
  • Kampung Bahasa
  • Kampung Kopi
  • Pasar Payungi
  • Payungi Media
  • Payungi University
  • Pesantren Wirausaha
  • Pusat Studi Desa

© 2020 Payungi - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video

© 2020 Payungi - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?