By: Laili (Alumni SPP VOL 1)
Hubungan yang membahagiakan akan menjadi super power untuk diri sendiri dan pasangan anda. Pengalaman yang datang dari diri sendiri, hubungan apapun yang anda jalani tentunya sangat anda harapan menjadi satu kekuatan yang akan merubah anda dan hidup anda untuk lebih baik lagi.
Perjalanan asmara yang cukup rumit di masa lalu membawa saya pada trauma yang cukup lama dan dalam. Saya memilih move on dari masa lalu, ya butuh waktu sekitar empat tahun untuk itu. Sampai kepada bertemu dengan seseorang yang dari awal saya rasa dia cukup berbeda, bijaksana, dewasa, dan rasanya dia nih endingnya. Kebutaan mata atau memang jalan yang sebenarnya, saya yang trauma dengan friend zone memutuskan saya untuk membangun hubungan pacaran untuk pertama kalinya.
Diluar prinsip diri untuk tidak pacaran membuat saya harus bertarung pada diri sendiri atas keputusan yang saya buat. Membuka diri, mencoba berfikir untuk melihat sisi positif dari menjalin hubungan. Namun nyatanya membawa saya pada kesalahan yang menjadikan kami korban. Konflik kecil di awal hubungan yang bisa kita atasi dengan mudah namun jarak memang sulit dirubah.
Saya adalah tipe wanita yang bebas dan selalu mencari kebebasan, bukan untuk melawan namun saya rasa kebebasan adalah hal yang mutlak dimiliki oleh saya ataupun dia. Kebebasan tidak akan menurunkan rasa menghargai pasangan, justru akan meningkatkan kepercayaan dan menguatkan hubungan. Curiga, tidak bisa bersama secara langsung, hubungan yang berbatas media mulai memunculkan kebosanan.
LDR (Long Distance Relationship)_memiliki warna dan kekuatan sendiri. Saya ataupun dia mungkin memiliki karakter yang cukup kuat keduanya, sama-sama berusaha mengalahkan ego, mencoba mengerti keadaan satu sama lain, selalu memberi kabar, dan kebiasaan yang berbeda diantara kita sangat sulit di satukan pada jarak dan media.
Berkali kali kami berusaha membangun kepercayaan satu sama lain sampai berusaha merasa bahwa mungkin sikap cemburunya adalah bentuk rasa sayangnya. Namun menganggap permasalahan adalah hal baik yang harus di abaikan, tidak menyelesaikan kecurigaan atau kecemburuan dengan diskusi, merasa harus diberi tanpa lupa bahwa memberi itu tidak boleh dihitung.
Secara materi, emosi dan komunikasi semua itu harus selalu di beri oleh pasangan kepada pasangannya. Ketidaknyaman yang berjalan panjang akhirnya membuat kita sadar bahwa kita tidak bisa terus seperti ini. Selalu dicurigai, tidak percaya, saling menyalahkan, menjadikan pasangan sebagai objek merupakan hubungan yang sangat tidak sehat dan harus segera disudahi.
Berada pada _toxic relationship_ sangat tidak baik dan tidak membahagiakan, dan jalan yang harus dilakukan adalah membunuh toxic itu sendiri. Dengan sikap ataupun keputusan yang akan anda ambil, kita harua menyadari bahwa kiga berhak bahagia, harus membahagiakan, dan harus berani melepaskan.
Kami memutuskan untuk menyudahi hubungan, dengan sama-sama menyadari bahwa keberlanjutan tidak bisa bahkan tidak baik untuk di pertahankan. Kesadaran yang harus kita sadari dari diri sendiri, sebelum pada hubungan pernikahan minimal selamatkan diri dan orang yang anda kasihi dari hubungan yang tidak sehat. Anda, dia dan semja orang berhak memiliki hubungan yang sehat maka sehatkan dan sadari keadaan dan kebutuhan anda. Jadilah perempuan yang berani, berani memilih kebahagiaan anda sendiri.






