Sabtu, Juni 13, 2026
WES
  • Login
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video
WES
No Result
View All Result
W-E-S
No Result
View All Result
Home Gagasan

Imajinasi Kota Kreatif

Oleh: Dharma Setyawan

29 Januari 2021
in Gagasan
Reading Time: 2min read
A A
0
Imajinasi Kota Kreatif
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

40 menit lebih saya mendengar obrolan telpon pagi ini dari tokoh nomor 1 yang gelisah terhadap fenomena demokrasi padat modal. Pertanyaan saya, setelah memenangkan pertarungan lalu mau apa? Berlapis-lapis tim yang mungkin akan dibentuk, dan tahap sekarang membentuk tim transisi yang akan membantu 5 tahun ke depan membuat roadmap, semoga memberi output yang lebih baik. Namun ucapan penting yang harus saya lontarkan, kota ini tidak kekurangan orang cerdas, kota ini kekurangan penggerak yang punya hati bersama warga.

Saya mendengar sudah banyak yang merapat baik dulu sebagai lawan maupun kawan. Tentu itu lumrah dalam demokrasi. Namun kekecewaan atas hasil demokrasi padat modal seperti sekarang ini kelak harus ditunjukkan dengan kinerja selain silaturahim yang baik. Kinerja ini memang satu topik yang panjang. Legislatif yang harus dirangkul dan diajak berubah, birokrasi yang harus ramping dan efektif dan tentu masyarakat kreatif yang tumbuh karena adanya ekosistem yang terus berintegrasi seperti ABCGM Pentahelix.

Kota ini tidak memiliki sumber daya alam, tapi sumber daya manusianya bisa bersahabat dengan alam yang terbatas ini. 10-20 tahun mendatang pasti banyak rumah berdiri di sawah-sawah. Membiarkan pembangunan perumahan monoton tentu bukan wacana menarik. Harus ada pola memberi ruang bagi wilayah pinggir untuk lebih cantik dan warga tidak memadati pusat-pusat kota. Membangun dari pinggir, wacana lama seharusnya terealisasi.

Setiap kelurahan harus memberi ruang bagi tumbuhnya manusia, tanam pangan, ruang kreatif (RTH, Olahraga, Rekreasi), dan tentu hewan ternak berbasis rumahan. Teknologi internet dapat menjadi sarana mempercepat transformasi pengetahuan, dan pengembangan budaya dapat menemani manusia untuk hidup berdampingan. Jika kita bicara perputaran ekonomi agar tidak mengalir keluar, maka harus ada cara cantik menarik uang dari luar ke dalam kota. Kota ini bisa melihat bagaimana wisata budaya dan alam menjadi hal yang penting dikerjakan, Tulang Bawang Barat contohnya.

Ekonomi Kreatif tumbuh subur dengan adanya manusia dan ruang kreatif. Manusia kreatif setiap hari berimajinasi dan bergerak di dalamnya. 17 subsektor ekonomi kreatif dapat dikembangkan di 22 kelurahan, dengan para penggerak muda yang diberi pengetahuan dan arena pemberdayaan masyarakat. Hanya dengan melibatkan warga, program pemerintah mengurangi omong kosong di ruang-ruang hotel. Mengerjakan kegiatan bersama warga disetiap RT/RW akan menjadikan workshop dan sebagainya tidak menjadi ritual belaka.

Jadi selama 5 tahun dapatkah kebijakan pemerintah dapat melahirkan penggerak baru dan menumbuhkan ekosistem pemberdayaan masyarakat? Tidak ada yang bisa menjamin. Tapi tentu kota yang melahirkan banyak orang kreatif, akan mengurangi beban pemerintah yang selalu berpikir karikatif (bantuan langsung tunai). Uang negara miliaran terbuang percuma dengan agenda ritual birokrasi itu sendiri. Apakah pantas kota yang tadinya jalan mulus, kemudian menjadi kota yang infratruktur jalannya menjadi rusak parah, apalagi visi misi 5 tahun wisata keluarga yang tidak menghasilkan ekosistem nyata. Pemimpin selanjutnya jelas wajib ditantang mendaratkan gagasannya.

Dharma Setyawan

ShareSendShare
Previous Post

Relasi

Next Post

Kampung Kopi Payungi

Related Posts

Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

by Payungi
26 Desember 2021
0

Pengelolaan adalah suatu proses atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan ekowisata adalah salah satu pembangunan tempat untuk...

Kendaraan Bermotor dan Penyakit Berbahaya: Berhubungan, kah?

Kendaraan Bermotor dan Penyakit Berbahaya: Berhubungan, kah?

by Payungi
26 Desember 2021
0

Udara yang bersih dan sehat merupakan kebutuhan utama bagi setiap makhluk hidup baik manusia, hewan, maupun tumbuhan sehingga kelestariannya sangat...

Deterjen: Berbahaya Enggak, Sih?

Deterjen: Berbahaya Enggak, Sih?

by Payungi
26 Desember 2021
0

Air merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam pemenuhan kehidupan makhluk hidup. Air digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti keperluan...

Green Ramadhan

Green Ramadhan

by Payungi
19 April 2021
0

Liqo Literasi #7 yang berlangsung pada Sabtu, 17 April 2021 membahas tentang Green Ramadhan. Ternyata sampah selama bulan Ramadhan pada...

Budaya dan Gender

Budaya dan Gender

by Payungi
12 April 2021
0

By Lathifah T (Alumni SPP Vol 1) Kebiasaan-kebiasaan yang terjadi kerap kali menjadi budaya yang berkembang di masyarakat. Perempuan sering...

Ecofeminism

Ecofeminism

by Payungi
5 April 2021
0

By: Adilla Safira Putri (Alumni SPP Vol 1) "Ecofeminisme: Menyoal Perempuan dan Alam". Ecofeminisme suatu faham bagaimana keterkaitan erat antara...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Datang Lebih Lama

    Datang Lebih Lama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Idenya Dianggap “Gila”, Penggagas Payungi Metro Diganjar Local Heroes Award oleh Tribun Network

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ‘Payungi’ Kota Metro, Pasar Lokal yang Jadi Wisata Edukasi dan Kampung Kuliner di Hari Minggu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Payungi, Market yang Menghidupkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TENTANG KAMI

Payungi hadir atas inisiatif warga berdaya yang percaya perubahan bisa dilakukan dengan gotong royong.

Alamat: Jl. Kedondong, Yosomulyo, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Lampung 34111

Kontak: 0812-7330-7316

LOKASI PAYUNGI

  • Bank Sampah
  • Kampung Bahasa
  • Kampung Kopi
  • Pasar Payungi
  • Payungi Media
  • Payungi University
  • Pesantren Wirausaha
  • Pusat Studi Desa

© 2020 Payungi - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video

© 2020 Payungi - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?