Selasa, Juni 16, 2026
WES
  • Login
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video
WES
No Result
View All Result
W-E-S
No Result
View All Result
Home Gagasan

Relasi

29 Januari 2021
in Gagasan
Reading Time: 5min read
A A
0
Relasi
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Sudah tidak asing rasanya, atau bahkan orang mulai bosan mendengar bahwa banyak relasi, sama halnya dengan banyak rejeki, -rejeki dengan definisi yang berbeda-beda tentu saja, entah ia yang berbentuk mata uang, lingkungan yang support, kesehatan, kesempatan maupun bentuk lain.

Pagi yang menuju siang tadi, berangkat dari rumah Metro Kibang, yang ngaudubillah jauhnya ditambah jalanan Metro Selatan yang sama ‘ngaudubillah’ terjalnya, saya ke Payungi untuk sebuah agenda interview calon peserta Sekolah Perempuan Payungi vol 1.

Tentu saja saya tidak sendiri, bersama ka Jul yang memang sudah sedari dilahirkannya Payungi, kami tak jarang berangkat ke sana bersama, selain ya memang karena searah, kontrakannya tidak begitu jauh dan sulit ditemukan, juga sebagai upaya mengurangi tingkat kemacetan yang nggak seberapa itu.

Tidak ada obrolan mendalam juga ndakik-ndakik selama diperjalanan, hanya basa-basi pekerjaan keseharian yang ndilalah kami ini memiliki tupoksi yang sama di tempat kami bekerja. Sosial media management, -sebuah ilmu yang kami pelajari secara otodidak, learning by doing. Pembahasan yang ringan dan mengandung ‘kepuasan bathin’ tersendiri untuk hobi yang dibayar ini.

Sebelum sesi interview dimulai, sembari menunggu briefing yang akhirnya hanya sekadar wacana, kami membahas topik lain, hamdalah, topik ini adalah topik yang memang masih sangat saya dan Kak Jul gandrungi, membaca algoritma, yang dicuplikan sedikit-sedikit oleh Mas Akhyar, yang dari cuplikan-cuplikannya itulah acapkali bikin gregetan, haus, cum penasaran.

Saya belum terlalu lama mengenal Mas Akhyar. Namun, jujur saja, saya selalu tertarik ngobrol dengan beliau ini kalau sudah berbicara menyentil sosial media management. Saya masih ingat pertamakali menemukan titik ‘klik’ berdiskusi dengan beliau yakni ketika membahas perihal konten microblog. Pada saat itu beliau sedang menggarap microblog untuk konten kampung bahasa payungi.

Dari situlah, setiap kali bertemu, atau ketika beliau mengisi diskusi yang membahas perihal sosial media plus kontennya, saya tidak pernah tidak memperhatikan, wajarlah, ilmu ini sangat mahal saya kira. Beliau sendiri mengakui, untuk invest pengetahuan tersebut perlu nominal rupiah yang tidak sedikit, juga pengorbanan waktu luang untuk ngalap ilmu dengan mengikuti seminar-seminar yang tidak main-main itu.

Saya tidak begitu tahu apa yang membawa beliau bisa sampai ke Payungi, begitu juga dengan yang lain, namun saya selalu bersyukur setiap kali ada orang-orang berdatangan yang kemudian ‘tinggal’ di Payungi, tentu saja ini juga adalah hal yang disyukuri penggerak lain. Karena kami meyakini, meski tidak semua, setiap yang datang ke Payungi jelas adalah orang yang mau sama-sama belajar, menerima segala bentuk pengetahuan dan menjadi bagian.

Payungi memanglah lingkungan yang diciptakan atas asas gotong royong, kolaborasi, maka dari itu, entah dari mana saja, Payungi selalu mencoba menjaring relasi-relasi yang baru untuk ilmu-ilmu baru. Seperti yang dikatakan Pak Dharma dalam skenario pidatonya yang di luar kepala itu, “Setiap yang belajar harus naik kelas.” Dan dengan jalan ‘relasi’ inilah saya kira, salah satu mediator untuk setiap yang belajar akan naik kelas.

Saya juga masih ingat betul, belum juga satu tahun umur Payungi saat itu, pada sebuah diskusi, pak Dharma pernah bertanya kepada dirinya sendiri juga kepada penggerak lain.

“Setelah Payungi, lalu apa?”

Awal gelaran dua tahun yang lalu, Payungi hanya dikenal sebagai kampung warna-warni, juga sebuah pasar jajanan tradisional. Namun, kini Payungi telah diimani sebagai tempat belajar banyak hal. Saya tidak bisa membayangkan bila saja ketika dulu Payungi memilih menjadi komunitas yang eksklusif, tidak menjalin relasi, barangkali Payungi tidak akan pernah melebarkan sayap seperti saat ini. -Setelah Payungi, hanya Payungi.

Oleh karena itu saya benar meyakini, dari relasi ini kita bisa mendapatkan hal-hal besar yang bahkan belum pernah kita bayangkan sebelumnya, berawal dari sebuah kegelisahan, “Setelah Payungi, lalu apa?” Seiring berjalannya gerakan, kini, lihat saja keberadaan kampung bahasa, kampung kopi, galeri ekraf dan sebagainya, bagaimana keilmuan itu terus tumbuh di payungi berkat relasi yang terus dijalin.

Ke depan, saya selalu berdoa agar dengan adanya program pemberdayaan baru seperti kampung bahasa, pusat studi desa, women and enviroment payungi akan terus mendatangkan orang-orang baru sekaligus ilmu-ilmu baru ke Payungi, satu sama lain bisa saling berbagi energi. Menjalin relasi sampai ke pelosok negeri. Saling menginspirasi.

Karena pada dasarnya, memang haruslah bergitu jalan pemberdayaan, -merawat relasi, setia berkolaborasi. Bukankah berjamaah lebih baik daripada sendiri?

ShareSendShare
Previous Post

Kampung Kopi

Next Post

Imajinasi Kota Kreatif

Related Posts

Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

by Payungi
26 Desember 2021
0

Pengelolaan adalah suatu proses atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan ekowisata adalah salah satu pembangunan tempat untuk...

Kendaraan Bermotor dan Penyakit Berbahaya: Berhubungan, kah?

Kendaraan Bermotor dan Penyakit Berbahaya: Berhubungan, kah?

by Payungi
26 Desember 2021
0

Udara yang bersih dan sehat merupakan kebutuhan utama bagi setiap makhluk hidup baik manusia, hewan, maupun tumbuhan sehingga kelestariannya sangat...

Deterjen: Berbahaya Enggak, Sih?

Deterjen: Berbahaya Enggak, Sih?

by Payungi
26 Desember 2021
0

Air merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam pemenuhan kehidupan makhluk hidup. Air digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti keperluan...

Green Ramadhan

Green Ramadhan

by Payungi
19 April 2021
0

Liqo Literasi #7 yang berlangsung pada Sabtu, 17 April 2021 membahas tentang Green Ramadhan. Ternyata sampah selama bulan Ramadhan pada...

Budaya dan Gender

Budaya dan Gender

by Payungi
12 April 2021
0

By Lathifah T (Alumni SPP Vol 1) Kebiasaan-kebiasaan yang terjadi kerap kali menjadi budaya yang berkembang di masyarakat. Perempuan sering...

Ecofeminism

Ecofeminism

by Payungi
5 April 2021
0

By: Adilla Safira Putri (Alumni SPP Vol 1) "Ecofeminisme: Menyoal Perempuan dan Alam". Ecofeminisme suatu faham bagaimana keterkaitan erat antara...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Datang Lebih Lama

    Datang Lebih Lama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Idenya Dianggap “Gila”, Penggagas Payungi Metro Diganjar Local Heroes Award oleh Tribun Network

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ‘Payungi’ Kota Metro, Pasar Lokal yang Jadi Wisata Edukasi dan Kampung Kuliner di Hari Minggu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekowisata Hutan Mangrove, Yuk Kunjungi!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Payungi, Market yang Menghidupkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TENTANG KAMI

Payungi hadir atas inisiatif warga berdaya yang percaya perubahan bisa dilakukan dengan gotong royong.

Alamat: Jl. Kedondong, Yosomulyo, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Lampung 34111

Kontak: 0812-7330-7316

LOKASI PAYUNGI

  • Bank Sampah
  • Kampung Bahasa
  • Kampung Kopi
  • Pasar Payungi
  • Payungi Media
  • Payungi University
  • Pesantren Wirausaha
  • Pusat Studi Desa

© 2020 Payungi - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Gerakan
    • Pasar Payungi
    • Pusat Studi Desa
    • Pesantren Wirausaha
    • WES
    • Payungi University
    • Bank Sampah
    • Kampung Bahasa
    • Payungi Media
    • Kampung Kopi
  • Gagasan
  • News
  • Video

© 2020 Payungi - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?